Jateng – Ulama Semarang K.H Hudallah Ridwan berpesan agar umat muslim bisa mencontoh Rasulullah yang mencintai tanah airnya. Seperti halnya, Nahdlatul Ulama (NU) yang mencintai tanah air tanah air sebagaian dari Iman (hubbul wathon minal Iman).

“Peran NU dalam menjaga tanah air tidak memandang suku, agama maupun lainnya akan tetapi NU memandang sebagai kecintaan terhadap tanah air Indonesia serta menciptakan situasi yang kondusif,” ungkap Kyai Hudallah.

Hal itu mengemuka dalam Halaqoh Kebangsaan bertema “Langkah dan Upaya NU serta Pondok Pesantren dalam menangkal Politisasi agama serta Paham Intoleran” di ruang aula Ponpes Al-Falah Jl. Raya Moga/Guci Kab. Pemalang Jawa Tengah, Rabu (25/4/2018).

Lebih lanjut, Kyai Hudallah menegaskan kegiatan Halaqoh kebangsaan merupakan langkah dan upaya NU terkait bagaimana menangkal agama yang digunakan sebagai alat politik.

“Politisasi agama yang tidak terakomodir dengan baik sehingga simbol agama dibawa keranah politik oleh kelompok tertentu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan Halaqoh yang digelar oleh Ponpes Al-Falah Kecamatan Moga Pemalang dalam rangka menangkal adanya kelompok intoleran tertentu yang melakukan kegiatan politisasi agama serta doktrinisasi terhadap masyarakat yang awam minim pengetahuan agama.

Selain itu, kegiatan Halaqoh tersebut diharapkan bisa meluruskan serta memberitahu kepada masyarakat Pemalang khususnya bahwa berpolitik boleh-boleh saja akan tetapi harus sesuai dengn peraturan yang sudah diciptakan oleh pemerintah NKRI.