Kuningan, Triknews.net – Aliansi Korda BEM Nasionalis Jakarta mendatangi Markas Polda (Mapolda) Metro Jaya di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, hari ini. Dalam kegiatan aksi mereka itu, Tukul Widiyatmo yang merupakan Koordinator Daerah Aliansi BEM Nasionalis Jakarta meminta agar aparat kepolisian bersikap tegas terhadap para pelaku pelanggaran hukum, termasuk juga dengan aksi bullying dan intimidatif yang dilakukan sejumlah orang terhadap masyarakat lain di kegiatan CFD.

“Kita meminta Kepolisian Metro Jaya untuk bisa mensterilkan area yang bebas kendaraan bermotor ini di bundaran HI dari peraktik-peraktik politik pragmatis, apalagi untuk mengkampanyekan agenda (politik) besar,” kata Tukul di Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Baginya, kampanye Calon Presiden bisa dilakukan setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan jadwal kampanye. Apalagi kampanye bodong semacam itu juga diisi dengan aksi intimidatif yang dialamatkan kepada masyarakat yang kontra terhadap mereka. Bukan justu digelar dan semakin disemarakkan di kegiatan sosial masyarakat yang notabane adalah ingin bersantai dan berolahgara secara massal.

“Pilpres itu ada tempatnya dan tidak pada area publik seperti Car Free Day ini. Kita pun meminta dengan tegas agar Polda Metro Jaya jangan hanya diam seribu bahasa pada gerakan yang hanya menimbulkan intimidasi dan ketidak-kondusifan bagi para pengguna Car Free Day,” tegasnya.

Orator dari Aliansi Korban BEM Nasionalis Jakarta juga mendorong agar Polda Metro Jaya bersama dengan Pemprov DKI Jakarta harus mampu tegas dan mensterilkan agenda-agenda politik di kegiatan masyarakat itu.

“Kita mendukung penuh untuk bapak-bapak Kepolisian agar mengambil peran pada penertiban area CFD itu, pendukungan ini harus diperhatikan oleh Pemerintah DKI Jakarta,” tuturnya. (**)