Jakarta РKisruh yang terjadi di Rutan Mako Brimob menyebabkan korban tewas dari pihak kepolisian. Berbagai kalangan dan pihak pun mencurahkan dukungannya terhadap para penjaga keamanan negara tersebut.

Pasalnya, penyanderaan anggota kepolisian oleh narapidana terorisme di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua menyebabkan meninggalnya lima petugas, gugur dimedan peperangan.

Kesedihan nampaknya bukan dirasakan oleh jajaran Kepolisian saja, melainkan ucapan duka bela sungkawa dan dukungan moril terhadap kepergian dari para petugas terbaik korps Bhayangkara (para syuhada Polri) datang dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan Cinta NKRI.

Dukungan moril tersebut dalam bentuk pemasangan spanduk di kampus-kampus dan jembatan penyeberangan orang (JPO) area Jl. Sudirman Jakarta. Dengan menyertakan tagar #DukaKamiUntukPahlawan, #KamiTidakTakutTeror dan #KamiBersamaPolri.

“Kami mengajak publik tanah air memberikan penghormatan dan menjunjung tinggi pengorbanan mereka dalam bertugas,” tegas Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan Cinta NKRI Frans Freddy, hari ini.

Pihaknya pun menyebut kelima syuhada Polri itu sebagai bunga bangsa hingga martir Pancasila. Kata dia, ini adalah sebagai bentuk dukungan terhadap polisi yang masih terus bertugas hingga saat ini.

Selain itu, pihaknya mengutuk aksi biadab yang terjadi baru-baru ini yakni ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Surabaya, Jawa Timur, bom bunuh diri. Informasi terbaru juga terjadi beberapa tempat diantaranya Gereja St Clara Ngagel, GKI Diponegoro dan Gereja Gpps Arjuno.

“Kami sangat mengecam aksi terorisme dan paham radikal. Para teroris sudah tak punya hati nurani dan mati rasa,” tukasnya.

Alhasil, dukungan moril ini pun direspon cepat oleh publik Indonesia dan banyak warganet yang mengiringi kepergian lima polisi tersebut dengan doa untuk mereka dan keluarga yang ditinggalkan.