Surabaya, Triknews – Ratusan mahasiswa dari Lingkar Aksi Mahasiswa (LAMA-Indonesia) Surabaya berunjuk rasa memperingati 20 tahun reformasi di Gedung DPRD Jawa Timur dan Gedung Grahadi Surabaya, Senin (21/5/2018). Mereka

Aksi gabungan antara mahasiswa dan Pemuda Surabaya itu menyampaikan sembilan tuntutan diantaranya mengajak masyarakat untuk menolak lupa tragedi 98, usut tuntas kasus HAM tragedi 98, mengajak elemen mahasiswa & masyarakat bangkit selamatkan bangsa dari provokasi pemecah belah bangsa, mengecam kelompok yang secara terang mendukung paham khilafah yang bertentangan dengan pancasila & berpaham radikalisme, menuntut pemerintah untuk tegas dan tidak berkompromi kepada parpol atau elit politik pendukung khilafah, mengutuk keras bentuk terorisme dan radikalisme yang membunuh rasa kemanusiaan.

Serta mendukung aparatur negara untuk mengusut tuntas dan menangkap otak pelaku terorisme peledakan bom Surabaya dan Sidoarjo, juga memperkuat payung hukum untuk memberantas terorisme sampai keakar rumputnya.

“Kami juga mendesak dan menuntut DPR RI untuk segera mengesahkan revisi Undang-undang terorisme,” tegas Koordinator aksi Dendi.

Para demonstran yang mengangkat aksi “Jatim Bangkit Melawan Terorisme dengan Spirit Reformasi” itu juga menuntut pemerintah menuntaskan sejumlah persoalan pada tragedi 1998, seperti pelanggaran HAM dan penculikan aktivis. Tidak hanya itu, massa juga menuntut keras atas tindakan aksi kejam yang dilakukan oleh para teroris beberapa hari lalu yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam.

“Tindakan aksi teror ini sangat biadab,” sebut dia.

“Teroris Jancok !!,” seru sang orator.

Pihaknya pun mendukung pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku teroris terkait rentetan aksi peledakan Bom di Surabaya – Sidoarjo. “Tangkap kelompok paham radikalisme di Indonesia yang tidak Pancasilais yang berupaya memecah belah NKRI,” kata dia.

“Pemerintah harus bertindak tegas dan tidak berkompromi pada kelompok yang anti Pancasila,” ucap dia lagi.

Mereka juga mengajak elemen mahasiswa untuk bangkit menyelamatkan bangsa ini dari provokator pemecah belah bangsa dan negara Indonesia. “Kami mengecam partai dan kelompok yang secara terang benderang mendukung paham khilafah HTI yang bertentangan dengan Pancasila dan telah dinyatakan sebagai ormas terlarang di NKRI,” tuturnya.

Disela-sela aksinya di Gedung Grahadi Surabaya, mereka sempat menutup badan jalan dengan menggelar aksi teatrikal, bakar ban bekas dan tabur bunga sebagai bentuk perlawanan melawan teroris serta rasa empati / duka dengan banyaknya korban gugur akibat ledakan bom di Surabaya.

Massa aksi juga melakukan bagi-bagi Takjil gratis.