Tangerang – Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia Willy Prakarsa mengapresiasi langkah Kasie Pidum Kejari Tigaraksa Kab Tangerang Pradana beserta jajarannya yang bakal menindak tegas dan perang melawan penyebaran berita palsu alias hoax menjelang Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019.

Pasalnya, penyebaran berita hoax kini menjadi momok menakutkan dan kerap dijadikan sebagai senjata senyap untuk menghajar lawan politiknya di tahun politik ini.

“Kami mendukung langkah Kasie Pidum Kejari Tigaraksa Pradana untuk menindak tegas pelaku penyebar berita hoax,” tegas Willy, hari ini.

Lebih lanjut, Willy mengakui sepak terjang Pradana yang kini memberikan perhatian khusus dalam membatasi peredaran berita palsu yang kian pesat dan gentayangan jelang Pilpres 2019 ini.

“Tangkap siapapun yang membuat serta menyebarkan secara sistematis informasi palsu. UU ITE sudah bisa menjerat pelaku-pelaku yang kerap jadi biang kerok kegaduhan. Berita palsu menyebabkan konflik di masyarakat dan bisa merusak tatanan di negeri ini,” jelas Willy.

Willy memastikan Pradana dan jajarannya bisa memberikan atensi serius dalam kasus tersebut. “Penyebar dan pembuat berita hoax jadi lapak menggiurkan dan cenderung jadi bisnis haram. Maka itu, Jaksa harus memberikan atensi khusus atas persoalan tersebut. Jangan dikasih ampun,” tuturnya.

Selain itu, Willy mengingatkan bahwa bisnis berita hoax ini sangatlah sensitif karena memanfaatkan situasi politik yang rentan terhadap SARA. Mereka menawarkan jasa penyebaran ujaran kebencian lewat media sosial. Akibat perbuatan itu, menurut dia, sangat bahaya bagi kerukunan masyarakat.

“Para sindikat penyebar berita hoax pasti ada pesanan khusus dibelakangnya. Mereka merusak kerukunan dan munculkan konflik horizontal, ujung-ujungnya memecah belah. Makanya kejaksaan akan memberikan atensi khusus,” bebernya.

“Sekali lagi sikat habis jangan beri sisa pada sindikat penyebar berita hoax, jangan dibiarkan berkembang biak di tanah air,” pungkasnya.