Jakarta – Langkah pemerintah yang mengambil langkah hukum membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dinilai sudah tepat. Pasalnya, semua organisasi Islam di Indonesia tidak hanya NU melainkan semua unsur masyarakat menyatakan menolak kehadiran HTI di Indonesia.

“Agenda yang dihadiri oleh ratusan dan aktivis mahasiswa di kota Jakarta ini bertujuan untuk menyerukan upaya membumikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan dalam berorganisasi dan menolak kehadiran HTI di Indonesia,” demikian seruan Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) DKI Jakarta menggelar diskusi dengan tema “MEMBUMIKAN PANCASILA”, di Up2yu Resto and Cafe, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Ketua DPC PERMAHI DKI Jakarta Andi Maruli meminta agar eks Jubir HTI Ismail Yusanto agar legowo dan mentaati semua keputusan yang sudah diambil oleh pemerintah.

“Kita juga meminta agar Ismail Yusanto berhenti mengutarakan hal-hal yang bernada profokatif,” sebutnya.

Lebih lanjut, Wasekjen DPP Golkar Viktus Murin juga sependapat bahwa secara prinsip segala gerakan yang bertendensi menggantikan ideologi negara secara hukum, langkah yang diambil pemerintah dengan membubarkan HTI sudah tepat.

“Kita juga harus menghormati langkah yang diambil oleh para punggawa hukum kita dalan menjaga keutuhan Pancasila,” tutur Viktus.

Hal senada juga dilontarkan Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu yang menyebut bahwa organisasi HTI bukan hanya di larang di Indonesia saja melainkan juga di beberapa negara lain ikutan melarang HTI. Bahkan negara-negara Islam termasuk Mesir.

“Karena gerakan yang dilakukan adalah gerakan ekstrimis. Siapapun oknum yang mencoba merubah ideologi Pancasila dengan cara melakukan gerakan tertentu harus di tangkap,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Intelektual Muda NU Abdul Ghofur menjelaskan bahwa ideologi apapun baik itu ideologi Islam, non Isam, atau apapun itu selama masih mempunyai akar tradisi dan lahir dari bumi nusantara sesuatu hal yang baik.

“Yang berbahaya adalah ideologi yang dicangkokkan kedalam ideologi bangsa Indonesia seperti ideologi HTI,” terang dia.

Ketua DPD KNPI Provinsi DKI Jakarta Gusti Arief mengajak untuk bersama-sama meluruskan sejarah dalam hal membumikan Pancasila. HTI, kata dia, ideologinya telah melenceng dari Pancasila.

“Kita harus menghargai semua keputusan hukum yang ada. Mari ikuti hukum yang berlaku dan tidak mencoba memprovokasi masyarakat,” pungkasnya.