Jakarta – Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (21/7/2018) dini hari.

Pasalnya, dalam OTT tersebut, penyidik lembaga antirasuah telah mengamankan enam orang termasuk Kepala Lapas Wahid Husen.

“Jari 98 sangat mendukung upaya KPK perang melawan koruptor khususnya unsur penyelenggara negara. Tapi KPK harus tetap profesional dalam menanganinya,” kata Sekjen Jari 98 Ferry Supriyadi, hari ini.

Lebih lanjut, Ferry berpesan agar KPK bisa melakukan langkah besar lainnya selain melakukan OTT di Lapas Sukamiskin, yakni memonitor perilaku-perilaku oknum Jaksa dan hakim yang diduga melakukan jual beli perkara maupun suap menyuap di PN Jakarta Barat.

“OTT KPK yang pernah dilakukan ke anak buah HM. Prasetyo masih belum membuat para oknum Jaksa dan hakim belum jera. Nyatanya efek jera tidak pernah muncul, masih saja merajalela,” tuturnya.

“KPK harusnya lebih menggeliat, agresif untuk melakukan OTT dengan mengawasi PN Jakbar. Jangan berhenti di Lapas Sukamiskin saja,” jelasnya.

Lebih jauh, Ferry mengakui maraknya OTT oleh KPK menunjukkan negara ini berada dalam situasi darurat korupsi. Perilaku korupsi oleh para pejabat dan elit sudah sampai pada tahap akut, sehingga hampir tak ada cara untuk menghentikannya.

“Tak ada rasa ketakutan dan rasa malu sekali bagi para pejabat dan unsur penyelengga negara dalam mencuri uang rakyat,” kata dia lagi.

Melihat fenomena OTT Lapas Sukamiskin tersebut, pihaknya pun mengusulkan agar pos Kepala Lapas Wahid Husen yang kini ikut diamankan dalam OTT KPK itu agar diisi figur Kalapas yang memiliki integritas, pro pemberantasan korupsi anti suap, jujur, humanis dan mempunyai semangat nawacita Jokowi.

“Beliau ini dikenal loyal menjaga soliditas, figur pro pemberantasan korupsi, anti suap. Kalapas Pontianak Farhan Hidayat ini adalah sosok yang sangat pas mengisi pos Kalapas Sukamiskin,” pungkasnya.