MEDAN, Triknews.net – Praktisi Hukum Medan, Sastra, SH, Mkn menilai bahwa gerakan deklarasi #2019GantiPresiden dapat dikategorikan sebagai tindakan makar terhadap negara.

Penilaian tersebut lantaran gerakan yang dilakukan oleh sekelompok orang itu bertujuan melawan negara yang sah.

“Mereka melakukan gerakan politik yang tidak patut, tidak saja karena belum waktunya dilakukan, tetapi juga telah menimbulkan kegaduhan, fitnah, melawan pemerintah dan berpotensi menimbulkan konflik horisontal,” ujar Sastra ketika dimintai tanggapan atas situasi di Medan menjelang deklarasi gerakan ganti presiden 2019 hari ini, Sabtu (21/7/2018).

Sastra menambahkan, jika akan melakukan perubahan secara konstitusional mestinya mereka mengikuti aturan-aturan yang disepakati oleh penyelenggara negara.

“Tapi mereka sepertinya berlindung dibalik istilah kebebasan berpendapat. Padahal sebenarnya mereka sudah mengarah pada tindakan makar,” cetusnya

Sastra melanjutkan, bahwa sekarang masih tahun 2018 tapi mereka sudah teriak ganti Presiden 2019. Kenapa tidak ada kesabaran sedikitpun. Dan inilah yang disayangkannya.

“Presiden yang sah sebagai masih ada dan tetap bekerja tetapi mereka memfitnah kepala negara, menjelek-jelekkan presiden. Mereka tidak ada hormat sama sekali terhadap presiden sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara. Dimana etika mereka sebagai bangsa timur? Syahwat kekuasaan rupanya menghilangkan akal sehatnya?,” kata Sastra dengan nada geram.

Dirinya merasa kecewa dengan pihak keamanan yang terkesan membiarkan gerakan ini yang telah nyata memprovokasi masyarakat, sehingga ada pihak lain yang merasa dirugikan dengan kampanye politik yang prematur ini, salah satunya dengan menggelar aksi di tempat yang sama.

“Mestinya polisi menghentikan kegiatan ini karena berpotensi bentrokan antar massa. Sayangnya pihak keamanan tidak menyikapi secara serius,” katanya.

Sebagai bentuk keprihatinan, Sasta akan melakukan protes dengan mendatangi deklarasi Ganti Presiden di Taman Sri Deli Medan itu.

“Besok (22/7) saya sendirian akan melabrak mereka. Saya katakan ini keterlaluan karena melakukan kampanye belum waktunya dan memancing pihak lain untuk bereaksi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dua kelompok massa berbeda yakni massa #2019GantiPresiden dan massa #2019JokowiDuaPeriode menggelar deklarasi din lokasi yang berdekatan di seputaran Masjid Raya Jalan Sisingamaraja Medan, Minggu (22/7).

Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto mengakui deklarasi kelompak massa yang berbeda tujuan dalam kawasan berdekatan dan bersamaan memiliki potensi menimbulkan gesekan antar massa sehingga mengganggu ketertiban. (*)