Jakarta – Ratusan massa tergabung dalam Persatuan Himpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PMHI) menggelar aksi damai di Patung Kuda Indosat, Gambir Jakarta Pusat, Minggu (22/7/2018).

Mereka meminta agar pihak Mahkamah Agung (MA) RI tidak mengabulkan permohonan banding Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terkait pembubaran organisasi massa ini.

“HTI adalah organisasi yang misinya bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang ormas,” demikian disampaikan Koordinator aksi Donny Manurung, Minggu (22/7/2018).

Lebih lanjut, Donny menyayangkan pernyataan juru bicara Ismail Yusanto yang dinilai terlalu provokatif di media sosial padahal HTI sudah sah dibubarkan oleh pemerintah.

“Ismail Yusanto legowo saja, lebih baik ikut membumikan Pancasila,” katanya.

Oleh karena itu, tambah Donny, PMHI mengajak semua lapisan masyarakat dan anak bangsa termasuk elite politik untuk selalu taat hukum dan menggunakan cara-cara yang elegan. Jangan sampai menggunakan isu SARA karena sangat berbahaya dan dapat memecah belah persatuan bangsa.

“Tanamkan Pancasila kepada pemuda dan mahasiswa. Ismail Yusanto lebih baik beri edukasi kepada masyarakat tentang Pancasila. Jangan ada isu sara lagi di Indonesia,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mengenakan kaos berwarna putih dengan tulisan Pancasila Yes, Khilafah No. Dan juga pengumpulan sejuta tanda tangan dari para peserta CFD untuk mendukung gerakan mereka.