Jakarta – Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) mengapresiasi kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berhasil membongkar dugaan praktik suap dan sel mewah di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Sukamiskin, Wahid Husen.

“Ini luar biasa, KPK tampil galak dengan bongkar dugaan suap dan sel mewah di Lapas Sukamiskin. Jari 98 berharapĀ KPK lebih garang lagi untuk membongkar kasus-kasus korupsi lainnya sampai ke akar-akarnya pada berbagai bidang. Siapapun itu pelakunya,” tegas Ketua Presidium Jari 98 Willy Prakarsa, hari ini.

Lebih lanjut, Willy meminta agar Dirjen Lapas Kemenkumham mengevaluasi secara menyeluruh perihal permainan jual beli sel ini, tidak hanya di Lapas Sukamiskin saja melainkan Lapas-Lapas lainnya.

“Kasus Lapas Sukamiskin ini merupakan puncak gunung es dari permasalah Lapas di Indonesia sekarang ini. Kedepan Lapas Sukamiskin khususnya harus berbenah diri jangan sampai lapas yang tadinya untuk tempat menyadarkan orang malah tambah kumat,” tuturnya.

“Gimana bisa jera koruptornya, selnya aja mewah,” sebutnya.

Lebih lanjut, Willy menyarankan agar Dirjen Lapas Kemenkumham melakukan penyegaran di jajarannya khususnya posisi Kalapas Sukamiskin yang ikutan terseret didalam OTT KPK. Kata Willy, rotasi ini diperlukan untuk melakukan pembenahan sehingga ia mengusulkan agar posisi Kalapas Sukamiskin bisa diisi figur yang mumpuni dan mempunyai track record yang cukup baik pro pemberantasan korupsi.

“Kami kira Kalapas Pontianak Farhan Hidayat itu cukup pantas untuk menjadi Kalapas Sukamiskin. Penyegaran penting tapi harus dicari figur yang track record baik. Farhan adalah sosok yang komit pada pemberantasan korupsi,” ucapnya lagi.

Lebih jauh, Willy menambahkan pihaknya bakal melakukan rapat koordinasi nasional (Rakornas) dengan beberapa aktivis di kantor Sekretariat Bersama (Sekber) aktivis 98 pada Selasa besok (24/7/2018).

Kata dia, rakornas ini akan memberikan peringatan bagi para koruptor untuk tidak lagi merampok uang rakyat.

“Besok pukul 19.30 wib, teman-teman aktivis akan hadiri Rakornas di Sekber. Ini satu bukti bahwa kami sangat mendukung upaya pemberantasan korupsi. Jadi, ini sebuah sinyal bagi para koruptor untuk tidak lagi main-main,” tegas dia.

“Jari 98 tetap konsisten bersikap tegas dan keras terhadap praktik-praktik korupsi di Indonesia,” pungkasnya.