Tegal – Demam film #22 menit terus menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia khususnya di Pulau Jawa. Animo warga masyarakat dari berbagai kalangan untuk menonton film yang diadopsi dari kisah nyata peristiwa bom Thamrin tersebut semakin meningkat, mulai dari kelompok pelajar, mahasiswa, pekerja tidak terkecuali kalangan santri juga turut antusias menonton film #22 menit.

Salah satunya adalah kelompok santri dari Ponpes Al Muntaha Al Karim Kab. Pemalang, Ponpes Ta’limul Kutub Salafiyah Kab. Pemalang dan Ponpes At-Tauhidiyah Kab. Tegal Jawa Tengah yang menggelar acara nonton bareng film #22 menit di Gajah Mada Cinema Kab. Tegal.

Salah satu perwakilan Santri Syarief pun membeberkan kesan dan pesan setelah menonton film tersebut. Kata dia, ada hikmah dibalik semua ini yaitu sebagai generasi muda NKRI harus menjaga NKRI dan harus menjauhi paham Radikalisme dan Terorisme.

“Intinya kita harus paham bahwa paham Radikalisme dan terorisme sangat dilarang oleh Agama manapun dan Negara manapun,” tegas dia, hari ini.

Lebih lanjut, dia mengajak generasi muda yang ada di Indonesia, agar lebih mendekatkan diri dengan pemerintah yang sah serta tidak boleh memberontak apalagi mengikuti paham – paham radikalisme ataupun terorisme dan jangan kita semua terpengaruh dengan doktrin – doktrin Khilafah yang ingin mendirikan negara anti Pancasila.

“Pemberantasan terorisme perlu mengajak semua elemen masyarakat. Sehingga dengan kehadiran film tersebut diharapkan bisa memupuk semangat bersama pemberantasan terorisme dan paham radikal,” bebernya.

Selain itu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian Republik Indonesia yang telah membuat film #22 Menit ini, sehingga generasi muda bisa lebih memahami bahaya paham Radikalisme dan Terorisme.

“Kami lebih bisa mengenal arti dari sebuah kebersamaan di Negara Republik Indonesia,” pungkasnya.