Jakarta – Jelang pelaksanaan Asian Games 2018 sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia Dukung Transparansi (AMIT) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2018).

Adapun aksi unjuk rasa itu dilakukan guna mendesak KPK guna mendata kemana saja anggaran yang dipasok untuk memfasilitasi Asian Games 2018.

“Kemudian soal lambannya proses pembangunan infrastruktur yang saat ini kita lihat belum juga selesai-selesai dan Asian Games sebentar lagi, padahal anggaran Rp30 triliun telah dikucurkan. Untuk itu KPK pun harus mengawasi soal alokasi anggaran tersebut apakah seusia prosedur atau tidak,” kata Koordinator AMIT Priskolin Mare, Rabu (25/7/2018).

Di samping itu AMIT menilai sejauh ini tidak ada transparansi dari pemerintah soal keuntungan dari Asian Games 2018 bakal digunakan untuk apa ? Padahal dari sektor wisata dan sejumlah hal terkait lainnya bakal menghasilkan pemasukan yag signifikan bagi Indonesia sebagai tuan rumah.

Padahal keuntungan itu setidaknya bisa dialokasikan untuk memperbaiki kota kota di Indonesia dan menunjang kehidupan para atlet-atlet bila telah selesai perhelatan pesta olahraga akbar tersebut.

“Namun kini tak ada penjelasan dari pemerintah mengenai hal itu, padahal segala bentuk kegiatan di republik ini wajib mengutamakan keuntungan bagi rakyat Indonesia,” tuturnya.

Di samping itu pihaknya juga menyayangkan soal harga tiket dimana INASGOC telah mengumumkan harga tiket untuk beberapa cabang olahraga di www.asiangames2018.id/tickets.

Harga tiket berkisar Rp50 ribu hingga jutaan rupiah. Untuk konser upacara pembukaan, harga tiket berkisar Rp750 ribu hingga Rp5 juta. Sementara konser upacara penutupan berkisar Rp400 ribu hingga Rp2 juta.

“Untuk itu kami mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tidak fokus pada euforia Asian Games 2018 tetapi keuntungan uang yang didapat bakal dibawa kemana ? Untuk rakyat atau untuk oknum-oknum tertentu,” pungkasnya.