Jakarta – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengecam keras aksi pemukulan kader mereka saat aksi di Makassar, Sulawesi Selatan kemarin.

Ketua OKP PB PMII Muh Syarif Hidayatullah mengatakan, aksi pemukulan terhadap kader PMII Tala’salapang Cabang Makassar merupakan tindakan kekerasan yang melanggar Hukum.

“Maka dari itu kami dari PB PMII meminta kepada aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas kasus pemukulan ini,” kata Syarif melalui siaran persnya, Senin (13/7/2018).

Dijelaskannya, PMII sangat menyayangkan tindakan pemukulan dalam Deklarasi Hastag 2019 ganti presiden yang dilaksanakan kemarin di Makassar.

Maka itu, lanjutnya, PB PMII meminta agar aparat penegak hukum bertindak tegas dalam menyikapi persoalan ini. “Aparat harus tegas agar masalah ini tidak lagi meluas ke berbagai daerah,” kata Syarif yang juga Mantan ketua PKC PMII Sulsel ini.

Hal senada juga dilontarkan Ketua Umum Komunikasi Fakultas Ushuluddin dan Perguruan Tinggi PMII M Achdan juga ikutan mengutuk keras aksi pemukulan yang diduga dilakukan oleh beberapa orang dari massa #2019GantiPresiden.

“Polisi harus mengusut tuntas siapa pelakunya dan bubarkan gerakan radikal dan makar #2019GantiPresiden,” ucap Achdan.

Dikatakannya, Indonesia adalah negara yang berlandaskan ideologi Pancasila bukan khilafah Islamiyah yang terus digaungkan melalui deklarasi ilegal mencatut atas nama ulama.

“Tolak segala bentuk kegiatan makar #2019GantiPresiden di Indonesia,” pungkasnya.