Kuningan, Triknews.net – Ketua Umum Komisariat Fakultas Ushuluddin dan Perguruan Tinggi Umum (Komfuspertum) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ciputat, Nurul Chusna mengatakan bahwa pihaknya sangat tidak terima dan mengutuk keras aksi biada anak buah Neno Warisman dan simpatisan gerakan nasional #2019GantiPresiden di Makassar terhadap kader PMII di Sulawesi Selatan, Minggu (12/8) lalu.

“Saya ketua Umum Kom. Fakultas Ushuluddin dan Perguruan Tinggi Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia mengutuk keras aksi pemukulan sahabat Andri, aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang dilakukan oleh oknum dan masa aksi deklarasi #2019GantiPresiden di Sulawesi Selatan,” kata Chusna dalam siaran persnya yang diterima Triknews.net, Senin (13/8/2018).

Selain mengutuk keras, Chusna dan seluruh jajaran pengurus serta Kader PMII di Ciputat juga mendesak agar aparat kepolisian segera memproses kasus tersebut, dan menangkap seluruh pihak yang bertanggungjawab dalam aksi kriminal semacam itu.

“Dan meminta agar pihak kopolisian mengusut tuntas siapa palakunya dan segera diselesaikan dan bubarkan gerakan radikal dan makar #2019GantiPresiden,” tegasnya.

Chusna menganggap aksi demi aksi yang terjadi gesekan hingga tindakan intimidarif dan kekerasan yang dilakukan oleh pegiat gerakan #2019GantiPresiden bukan kali pertama ini terjadi. Di beberapa lokasi pun sempat terjadi hal serupa dan salah satuanya di kawasan Bundaran Hotel Indonesia saat acara Car Free Day beberapa waktu yang lalu itu. Sehingga potensi kerusakan dari gerakan liar ini akan mengancam tatanan sosial secara nasional di Indonesia.

Selain itu, Chusna juga menganggap gerakan ini sudah disusupi cita-cita makar oleh gerakan pembawa paham Khilafah. Menurutnya, ini adalah ancaman serius yang harus segera diantisipatif sehingga ideologi Pancasila tidak dirusak oleh kelompok yang dituding sebagai separatis itu.

“Karna sejatinya Indonesia negara yang berlandaskan ideologi pancasila bukan khilafah islamiyah yang digaungkan di acara deklarasi Ilagal yang membawa atas nama ulama. Sikap kami adalah Tolak!,” tutupnya.

(red)