PEKANBARU – Aktivis politik perempuan Neno Warisman sampai saat ini masih tertahan di Gerbang Masuk Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Kota Pekan Baru, Sabtu (25/8) sore. Pasalnya, ratusan massa berkaos I Love Pekanbaru melakukan aksi blokade jalanan untuk menolak kedatangan partner kerja Mardani Ali Sera itu saat ke Pekanbaru untuk mendeklarasikan #2019GantiPresiden.

Massa penghadang meminta Neno kembali ke Jakarta saja demi menjaga kondusifitas kota Pekanbaru. Dari teriakan yang dilontarkan, mereka khawatir kehadiran Neno ke Pekanbaru akan memprovokasi massa yang menolak Neno karena ujaran-ujaran kebencian yang terlontar dari mulut Neno dianggap menyinggung mereka.

Neno yang tertahan di dalam mobil tampaknya masih sempat memint bantuan pihak luar, sehingga tak lama kemudian bala bantuan pasukan Neno datang. Bentrokan pun tak terhindarkan. Situasi di depan pintu gerbang menjadi tidak terkendali. Aparat keamanan langsung menghalau kedua bela pihak agar tidak terlalu jauh terlibat bentrok.

Aparat kepolisian kemudian berhasil mengatasi situasi. Agar kekacauan tidak berlanjut, aparat keamanan belum mengijinkan Neno Warisman keluar dari area bandara.

Sebelumnya, kelompok Ormas dari Pemuda Pancasila dan ormas cinta damai Pekanbaru lainnya mengancam akan menghadang Neno jika nekad datang ke Pekanbaru untuk mendeklarasikan #2019GantiPresiden di kota mereka. Namun setelah difasilitasi pihak kepolisian, kemudian panitia menyepakati acara deklarasi diundur tanggal 2 Setember 2018.

Jadi sebenarnya kami sudah diberitahu bahwa panitia deklarasi sepakat memundurkan acara hingga tanggal 2 September.

“Disitu saya senang karena acara tanggal 26 Agustus berarti batal dan kami pun membatalkan kegiatan kami untuk menghindari bentrok. Ternyata kami mendapat kabar bahwa Neno sudah di Bandara Jakarta dan bersiap menuju Pekanbaru,” kata salah satu massa aksi yang enggan menyebutkan namanya kepada wartawan itu.

Mendapati peristiwa itu, mereka merasa ada pembohongan publik bahwa kegiatan yang sebelumnya diundur justru tetap akan digelar dengan jadwal sebelumnya, yakni Minggu (26/8) besok.

“Berarti panitia mengingkari kesepakatan untuk menunda deklarasi. Kami menilai konferensi pers kemarin yang menunda deklarasi sebagai tipu muslihat. Disinilah kawan-kawan marah begitu tahu kita ditipu,” tegasnya.

Lebih lanjut, narasumber bersama dengan kawan-kawannya tersebut tetap menghendaki agar Neno dipulangkan ke Jakarta dan deklarasi #2019GantiPresiden ditunda dengan kesepakatan awal yakni tanggal 2 September.

“Jangan paksa kami untuk melakukan apa saja untuk menghentikan deklarasi itu. Karena kalianlah yang memprovokasi kami. Apa kalian tidak sadar, ucapak ujaran kebencian yang kalian ucapkan seolah konstitusional menyinggung harga diri kami,” cetusnya.

Akibat bentrok, tercatat 5 orang dari penghadang luka-luka karena dikeroyok. Sementara polisi menangkap 3 orang yang diduga kuat sebagai pelaku pengeroyoknya.

Hingga pukul 21.00 wib situasi kembali normal. (*)