Jakarta – Penangkapan delapan preman yang diduga melakukan pemerasan ke pemilik ruko di Kawasan Ruko Palem Lestari Cengkareng Jakarta Barat patut diapresiasi oleh semua pihak. Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) mengacungi jempol langkah Kapolres Metro Jakarta Barat Kombel Pol Hengki Haryadi yang sudah berusaha memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dengan mengungkap modus kejahatan pemerasan berkedok uang jasa keamanan di kawasan Ruko 1000.

Namun, Sekjen Jari 98 Ferry Supriyadi mengutuk keras pihak yang mempelintir berita khususnya kubu anti Jokowi yang masih saja menebar berita hoax ke masyarakat dengan menggiring opini jika kejadian tersebut seolah-olah WNA ilegal masih gentayangan dan Indonesia sedang dijajah oleh Cina.

“Ini sudah salah kaprah, ingat fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Jelas-jelas kejadian itu penangkapan pemerasan pemilik ruko Palem di Jakbar jangan bikin hoax lagi. Lakukanlah hal yang positif jangan merugikan orang lain,” tegas Ferry, Selasa (28/8/2018).

Lebih lanjut, Ferry mengakui gebrakan Kapolres Jakbar yang sudah merasa terancam dan resah dengan ulah para preman ini. Menurut Ferry, Kapolres Jakbar berusaha memberikan rasa aman dan menciptakan situasi kondusif kepada masyarakat Jakarta Barat dan sekitarnya. Maka itu, dia pun mengecam jika ada pihak yang memplentir berita keberhasilan Kapolres Jakbar dalam memberantas upaya pemerasan.

“Jangan-jangan pihak itu gembongnya preman yang cuma menerima setoran hasil jasa keamanan, jadi plentir-plentir berita segala. Masyarakat mau aman ya butuhlah kehadiran Polisi disitu,” tuturnya.

“Harusnya berterima kasih, dan mengajak semua pihak untuk peduli agar ikut menjaga Kota Jakarta Barat ini supaya aman dan berharap gangguan kamtibmas menurun,” ucap Ferry.

Ferry menambahkan upaya penanggulangan gangguan kamtibas oleh Kapolres Jakbar dan jajarannya dinilai terbilang menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan dan signifikan. Dia pun mengingatkan agar korps Bhayangkara bisa konsisten dan seyogyanya didukung penuh oleh semua pihak agar kondisi aman dan tertib dapat semakin diwujudkan.

“Meminimalisir kejahatan dan menciptakan situasi yang aman dan tentram adalah tugas Polri melayani masyarakat. Kami minta usut tuntas jika ada jadi beking para preman yang melakukan pemerasan tersebut,” pungkasnya.