Cilacap – Rohaniawan pendamping terpidana mati di Nusakambangan Cilacap Ustadz Hasan Makarim berpesan kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilih suaranya di Pilpres 2019.

“Saya mengimbau kepada masyarakat jangan ada yang golput, kita hormati undang-undang kita hormati sebuah perjuangan, kita hormati konstitusi, kita menghormati bahwa proses kepemimpinan yang kita harapkan ke depan dengan cara-cara yang jujur, adil, bertanggung jawab,” ungkap dia, hari ini.

Lebih lanjut, Dewan Penasehat ICMI Propinsi Jawa Tengah ini tetap mengingatkan agar semua pihak bisa saling menghargai perbedaan. “Jadikan perbedaan untuk bersatu,” tuturnya.

Ketua Umum Yayasan Islamic Centre Al Munawwarah Kabupaten Cilacap itu juga meminta kepada publik tanah air untuk berhati-hati dalam merespons berbagai berita yang berkembang. Tidak boleh langsung diyakini atau dipercaya bahkan direspons. Jadi harus tetap waspada dan harus ada filter.

“Banyak berita yang hoax berseliweran, kita harus waspadai. Karena bagaimanapun kondisi kita di sebuah kehidupan tergantung isi dari komunikasi itu sendiri. Saya mengimbau untuk berhati-hati, kalau ada yang meragukan konsultasi kepada orang-orang yang memahami,” katanya.

Ketua MUI Kabupaten Cilacap Bidang Kajian dan Pemberdayan Ummat merespons positif pembangunan infrastruktur di Kabupaten Cilacap (tol Tasik-Cilacap-Jogja-Solo, red). Sebab, kata dia, Cilacap menjadi salah satu Kabupaten terluas se-Jawa Tengah ditambah memiliki industri yang strategis.

Industri itu bagian dari proses kebutuhan kehidupan dan tidak boleh berhenti dari dua hal. Satu, harus meningkatkan produktivitas sesuai dengan kebutuhan publik. Kedua, meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan dari sebuah proses pembangunan.

“Investor juga tidak mau memasuki suatu wilayah jika tidak aman. Maka dari itu hargai hasil pembangunan,” kata dia lagi.

“Kalau wilayah itu berhenti dari sebuah proses pembangunan dan industri, tidak ada kehidupan kita. Tetapi juga jangan mengabaikan industri UMKM, itu justru basis ekonomi bangsa ini, banyak didominasi oleh menengah ke bawah,” bebernya.

Dia melanjutkan termasuk para petani yang menjadi basis ekonomi kerakyatan. Justru harus diberdayakan, karena nasib bangsa ini ke depan ditentukan ekonomi umat, seperti pertanian, perikanan, perkebunan dan lain sebagainya.

“(Pembangunan) harus berjalan. Cuma kita harus mengukur potensi mana yang mampu, mana yang tidak. kalu tidak berarti ada kontribusi dari luar yang harus kita imbangi,” pungkasnya.