Jakarta – Aktivis 98 tergabung dalam Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) memiliki nazar jika Joko Widodo kembali terpilih jadi Presiden di 2019.

“Seandainya Prabowo kembali kalah dan Jokowi terpilih lagi saya ingin nazar pada Allah SWT yakni menyodorkan diri sebagai guru spiritualnya. Itu jika Bapak Prabowo menghendaki ya,” ungkap Willy, hari ini.

Lebih lanjut, Willy mengaku bersedia memberikan Prabowo bimbingan mendalami agama Islam dan melancarkan bacaan-bacaan Al Quran.

“Ini sumpah janji saya yang berhubungan langsung dengan Tuhan. Saya sangat bersedia membantu Pak Prabowo untuk belajar ngaji dari Iqro’, Juz Amma sampai pada pendalaman ilmu keagamaan,” tuturnya.

“Daripada bernafsu ingin jadi orang Nomor satu di Indonesia, mending kita bekali amal jariyah untuk akhirat kelak,” kata dia lagi.

Dia pun menyoroti status religius pendampingnya Prabowo yakni Sandiaga Uno yang meningkat menjadi ulama setelah sebelumnya dilabeli sebagai santri. Adalah Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid yang menyakini Sandiaga berada di level ulama.

Willy pun mempertanyakan alasan Sandiaga dicap ulama. “Ini dasarnya apa kok dilabeli ulama. Pendidikannya dari tingkat dasar apa pernah nyantri di pondok. Dan lanjut mendalami ilmu agama atau tidak. Apakah layak secara kemampuan dan perbuatannya,” pungkasnya.