Jakarta – Pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menyebut pemerintahan Jokowi sedang bekerja keras untuk menyelesaikan sejumlah persoalan ditanah Papua.

“Berbagai pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi semakin menumbuhkan rasa nasionalisme rakyat Papua. Pemerintahan Jokowi sedang bekerja keras selesaikan persoalan di tanah Papua,” ungkap Karyono dalam diskusi publik bertema “Membangun Keadilan Sosial di Tanah Papua” yang diinisiasi Aliansi Mahasiswa Anti Makar (AMAM) Generasi Milenial Peduli Papua di UP2YU Cafe n Resto Cikini, Jakarta, Sabtu (22/9/2018).

Dikatakan peneliti senior ini, di era sekarang mungkin sebagian rakyat Papua baru merasakan menjadi Indonesia. Mengapa demikian? Karena paradigma pembangunan di era Jokowi adalah membangun Indonesia centris bukan Jawa Centris. Jokowi menggunakan filosofi Bangunlah jiwanya bangunlah badannya.

“Visi Nawa Cita dan Revolusi Mental merupakan pengejawantahan dari filosofi tersebut,” terang dia.

Dia juga membeberkan sejumlah terobosan pembangunan di era Jokowi. Diantaranya adalah Pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Papua dan Papua Barat sudah sampai dari 2015 – 2018 sepanjang 1982 KM. Selanjutnya, kata dia, perbaikan jalan yang sudah ada sejak lama di Papua dan Papua Barat mencapai 14.367 KM.

“Kebijakan BBM satu harga. Harga BBM di Papua sama dengan di Jawa sebesar Rp6.450 untuk Premium dan Rp5.150 untuk Solar per liter. Dampaknya harga semen turun, harga kebutuhan pokok turun,” jelasnya.

“Kebijakan mengambil alih saham Freeport 51 persen untuk negara. Sebagian saham diberikan untuk rakyat papua melalui pemerintah daerah. Rp6.450 untuk Premium dan Rp5.150,” beber dia lagi.

Putra Papua yang akan bertarung sebagai Caleg DPRD DKI dari PKB Alof ST Rumayomi mengaku bersyukur telah diberikan pemimpin yang baik seperti figur Jokowi. Kata dia, di Papua Jokowi tidak mengambil keuntungan politik, dan Papua adalah benang NKRI dan Jokowi mampu menjaga ini.

“Jokowi bekerja sepenuh dengan hati. Kami berharap Jokowi kembali terpilih dan sisa programnya bisa di selesaikan,” kata Alof.

“Jokowi ingin memberikan yang terbaik bagi Papua,” pungkasnya.