Sumenep, Triknews.net — Pesantren Nurul Huda Banbaru Giliraja, Giligenting, Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar acara haul untuk pendiri, Kiai Mahfud, di halaman Madrasah Ibtidaiyah pada Rabu (26/09/2018).

Kegiatan tahunan ini sekaligus sebagai ajang reuni akbar bagi para alumnus yang berada dalam satu naungan organisasi Ikatan Santri Alumni Nurul Huda (IKSANDA). Acara ini diawali dengan pembacaan yasin dan tahlil bersama.

Dalam sambutannya, pengasuh Pesantren Nurul Huda, Kiai Abd. Hafidh Yahya, mengingatkan kalau almagfurlah Kiai Mahfud sudah 21 tahun meninggalkan pesantren dan para santrinya. Meski demikian, para santri selalu mengenang almarhum dengan doa-doa.

“Mewakili putra dan putri almarhum, saya ucapkan terimakasih yang tiada terhingga kepada seluruh santri yang setiap tahun berupaya mengadakan haul ini. Saya doakan semua santri mendapat ilmu barokah dan bermanfaat,” ujarnya di hadapan ribuan santri.

Diundang untuk memberikan tausiyah pada acara haul tersebut, pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Pamekasan, KH. Hamid Mannan, menjelaskan pentingnya haul. Menurut Kiai Hamid, demikian ia kerap disapa, haul merupakan media silaturahmi antara para santri dengan guru, famili dan teman semasa masih nyantri di pesantren.

Lebih lanjut, Kiai Hamid menyatakan, haul juga bisa diintrodusir sebagai bentuk rasa cinta orang yang hidup kepada orang yang sudah meninggal dunia (rahmatan lil-amwat). Dalam konteks haul yang sedang berlangsung itu, sebagai bentuk rasa cinta para santri Pesantren Nurul Huda kepada almarhum Kiai Mahfud.

“Inilah wujud kecintaan santrinya kepada gurunya, mendoakan almarhum agar dosanya diampuni,” terangnya.

Tak hanya itu saja, Kiai Hamid juga menegaskan bahwa haul merupakan peringatan bagi orang-orang yang masih hidup (tazkiratan lil-ahya’) bahwa mereka kelak akan menemui ajal juga sebagaimana almarhum.

“Dan juga harapan agar mendapat barokah dari amal baik sesepuh yang sudah meninggal. Nah, kita bertahlil untuk almarhum pengasuh Pesantren Nurul Huda ini karena berharap ada barokah mengalir kepada kita,” tandasnya (fik).