Kuningan, Triknews.net – Ketua umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Najih Prastiyo menilai bahwa kasus kabar hoax yang diciptakan oleh Ratna Sarumpaet adalah persoalan serius. Betapa tidak, ia menilai bahwa kebohongan penganiayaan Ratna tersebut telah membuat publik gaduh dan berpotensi terjadinya perpecahan antar bangsa.

“Apa yang dilakukan oleh RS (Ratna Sarumpaet -red) merupakan kejahatan yang bisa berakibat fatal bagi kerukunan dan stabilitas politik di negara, maka kami menuntut kepada Kapolri untuk menindak kasus ini sampai terungkap secara gamblang,” kata Najih dalam keterangan persnya, Rabu (10/10/2018).

Ia menganggap kasus Ratna tersebut tidak bisa tuntas hanya dengan mengucapkan kata maaf. Baginya proses hukum harus tetap dijalankan sesuai dengan prosedurnya yang ada.

“Upaya untuk menganggap kasus ini bisa diselesaikan dengan cukup permintaan maaf adalah bentuk pelemahan terhadap pemberantasan penyebaran hoax itu sendiri dimana dengan jelas di dalam undang-undang terancam pidana 10 tahun,” ujarnya.

Najih juga berharap besar agar kepolisian tidak gegabah dalam menjalankan tugasnya sebagai aparat penegak hukum. Dimana beberapa nama besar di Republik Indonesia juga terjaring dalam kasus yang membuat bangsa Indonesia sempat gaduh dengan kabar Ratna Sarumpaet bonyok gara-gara dipukuli 3 orang di kawasan Bandung, Jawa Barat itu.

“Menuntut kepolisian untuk mendahulukan asas praduga tak bersalah terhadap pemanggilan beberapa saksi terkait kasus hoax RS ini,” tuturnya.

Bahkan ia juga menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh aparat penegak hukum dalam menjalankan tugasnya. Dan Najih juga menyatakan bahwa pihaknya sangat menentang siapapun yang coba-coba melakukan upaya pelemahan terhadap institusi Kepolisian.

“Mendukung penuh segala upaya polri untuk menegakkan hukum sesuai porsinya dan mengutuk segala tindakan dan upaya pelemahan terhadap polri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Najih juga meminta agar masyarakat tidak malah membuat suasana semakin gaduh, apalagi sampai menyeret upaya penanganan kasus hoax tersebut ke ranah polemik agama.

“Menyeru kepada seluruh pihak terkait agar tidak kemudian mengarahkan isu hoax ini menjadi isu yg mengarah kepada sentimen keagamaan,” pungkasnya.

Terakhir, Najih juga mengimbau kepada seluruh pelaku politik di Indonesia agar tidak semakin membuat suasana sosial semakin tidak kondusif.

“Meminta kepada seluruh elemen politik untuk tdk menunjukkan kembali akrobat – akrobat politik yang cenderung mengusik kerukunan di tahun politik seperti ini,” tegasnya.