Riau – Pengamat Ekonomi Riau Edyanus Herman Halim yang juga merupakan tokoh adat melayu menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah 5.7 %, hal ini menunjukan bahwa perekonomian masih terus tumbuh dan dalam situasi on the track.

Hal ini membantah tudingan mahasiswa Riau saat menggelar aksi yang meminta Jokowi dan pemerintah segera menstabilkan perekonomian di Indonesia.

“Perekonomian di Indonesia masih on the track,” kata Edyanus Herman, 6 Oktober 2018.

Lebih lanjut, Dosen Universitas Riau ini juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintahan Jokowi ini tidak bisa langsung dinikmati manfaatnya namun bisa menjadi pondasi yang kuat untuk perekonomian bangsa. Dia berpesan agar masyarakat berperilaku yang produktif dan mengutamakan produk-produk lokal karena sistem beli Indonesia adalah salah satu upaya untuk semakin mensejahterakan bangsa sendiri.

“Kurangi kegiatan-kegiatan yang justru malah membuat tidak efisien dalam usaha pembangunan dan pemulihan ekonomi,” terang Direktur Regional Economic Development Centre (REDC).

Sementara itu Ketua Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) Provinsi Riau Albert F Said menyebutkan bahwa pihaknya mempunyai anggota berjumlah 500 orang. Dan, koperasi sebagai soko guru bangsa adalah salah satu fundamental ekonomi yang sangat perlu untuk terus dikembangkan, sehingga selama ini terbukti mampu bertahan dari berbagai krisis ekonomi karena adanya prinsip gotong royong.

“Solusi dari Kopindo adalah mendorong anggota untuk berwirausaha dan saling membantu sesama anggota agar usahanya dapat tumbuh kembang untuk ikut mengangkat pertumbuhan ekonomi di Propinsi Riau khususnya dan Indonesia pada umumnya,” tandas BEM UIN Sukka Riau.