Sumber: Tribunnews.com

Jakarta, Triknews.com – Forum Umat Islam (FUI) beserta sejumlah ormas Islam lainnya, akan mengadakan aksi lanjutan yang disebut dengan ‘Aksi 212 Jilid II’ esok hari (21/2).

Aksi ini disebut-sebut akan diikuti banyak ormas Islam yang ada di seluruh Indonesia. Tetapi belakangan, PP Muhammadiyah justru menolak adanya rencana aksi tersebut. Salah satu alasannya karena aksi itu ditunggangi ormas radikal yang potensial memecah belah umat.

Jika sikap PP Muhammadiyah tegas menolak aksi, hal berbeda tampak pada organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang hingga kini masih belum menentukan sikap apakah akan ikut aksi atau tidak.

Sikap ini terungkap setelah Ketua Umum Pengurus Besar HMI Mulyadi P Tamsir mengakui bahwa pihaknya sampai saat ini belum mengambil keputusan apapun terkait dengan rencana aksi itu.

Alasan ini hadir, karena menurut Mulyadi, pihaknya masih sibuk mengurus sejumlah kegiatan di internal HMI. Hal ini dikatakannya saat berada di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/2).

“Aksi besok karena harus bicarakan dulu dengan teman-teman di dalam. Sekali lagi kami baru selesai raker tadi subuh,” terang Mulyadi.

Untuk diketahui, Mulyadi bersama sejumlah pengurus PB HMI lainnya mendatangi Istana Kepresidenan untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Pertemuan itu bermaksud untuk membicarakan hasil silaturahmi nasional sekaligus dies natalis HMI ke-70.

Tidak hanya itu saja, Mulyadi mengakui bahwa di dalam pertamuan dengan presiden itu, juga disingggung kasus penistaan agama dan dugaan kriminalisasi ulama. Terkait dengan pembicaraan itu, Jokowi meresponnya dengan baik dan antusias.

Di dalam pertemuan itu juga, lanjut Mulyadi, Aksi 212 yang akan berlangsung esok hari itu tak disinggung sama sekali. Hanya saja, pihaknya mengaku tetap berkomitmen menolak segala bentuk penistaan agama, karena potensial menjadi ancaman bagi keutuhan bangsa.

“Karena itu mengancam disintegrasi bangsa. Tapi, untuk mengambil kebijakan organisasi pasti akan melalui mekanisme rapat organisasi,” tambah Mulyadi. (AF)