Kapolda Metro Jaya
*istimewa

Jakarta, Triknews.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan angkat bicara terkait tudingan tuntutan demo Forum Umat Islam (FUI) didepan Gedung DPR RI kemarin. Salah satu tudingan itu adalah tolak kriminalisasi ulama.

Iriawan memastikan korps Bhayangkara tidak melakukan kriminalisasi atau merekayasa kasus terhadap ulama.

“Bagi kami, kami pihak kepolisian tidak ada kriminalisasi. Apa itu kriminalisasi? Mencari perkara-perkara, kan begitu,” kata Iriawan, Rabu (22/2).

Untuk diketahui, Polri telah mengusut kasus hukum sejumlah ulama-ulama. Diantaranya 12 kasus yang menjerat Ketua Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab, Kasus pencucian uang Yayasan Keadilan Untuk Semua yang menyeret Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir hingga kasus dugaan fitnah terhadap gabungan tokoh dan masyarakat Bali oleh Jubir FPI Munarman.

Lebih lanjut, Iriawan menegaskan proses hukum terhadap sejumlah ulama dilakukan sesuai prosedur. Pihak Polri mendapatkan laporan dan bukti dari masyarakat sebelum menaikkan status kasus ulama-ulama tersebut.

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat dari beberapa per orang-an dan akhirnya kami melakukan beberapa langkah. Orang ada laporan polisi harus terima dan tindak lanjuti. Pertama melakukan penyelidikan. Jika ditemukan bukti-bukti maka dinaikan ke tingkat penyidikan. Penyidikan kami memeriksa juga,” terangnya.

Iriawan mengaku memiliki bukti kuat untuk menetapkan status tersangka kepada sejumlah ulama. Oleh karena itu, pihaknya siap jika Komisi III DPR berencana meminta keterangan terkait dugaan tersebut. Komisi III berencana menggali penjelasan Polri dugaan kriminalisasi ulama kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat rapat kerja pada Rabu (22/2) besok.

“Adapun yang disampaikan ke komisi III, ya silakan. Nanti mungkin komisi III akan berkoordinasi dengan kami untuk kita berdiskusi. Tentu kami nanti akan buka dimana kriminalisasinya, kita laporannya ada, bukti permulaanya ada penyelidikannya ada, pemeriksaan saksinya ada, itu ada, lengkap semua,” tegasnya.

Penjelasan itu termasuk dugaan penangkapan yang dilakukan kepolisian terhadap mahasiswa saat aksi 411. Penangkapan itu diklaim sudah disertai bukti lengkap seperti visum.

“Termasuk mahasiswa juga, tidak ada. Yang dulu beberapa oknum ada perlakuannya di depan istana presiden, ada buktinya, ada visumnya, semua ada,” pungkasnya.