Triknews.com – Ribuan massa buruh memperingati HUT Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) ke-18 dengan menggelar aksi unjuk rasa didepan Istana Negara Jakarta, Senin (6/2). Aksi mereka juga sekaligus sosialisasi isu perjuangan buruh Indonesia di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten sekaligus Kongres ke-4 KSPI.

Mereka menyampaikan beberapa tuntutan yakni tolak Tenaga Kerja Asing RRC ‘Unskilled Worker’, tolak upah murah cabut PP 78/2015, dan turunkan harga barang termasuk tolak kenaikan TDL, BBM, BPKB, dan STNK.

\”Aksi kali ini adalah serentak digelar besar-besarran di 20 Provinsi pada tanggal 6 Februari 2017 di Jabodetabek, Istana dan Mahkamah Agung adalah pusatnya,\” tegas Presiden FSPMI Said Iqbal hari ini.

Mereka adalah gabungan dari berbagai elemen buruh diantaranya DPP FSPMI, SPN, SPMI, SP-LEM, SP-ITP, FARKES, SERBUK, FSPEK, Aspek Indonesia, FGSBM, Serikat Pekerja Hero Supermaket, DPP FSAPASI, GARDA METAL, PB PGRI, FSP KEP., FSP ISI, PSP PPMI, FSP PAR Ref, FSPM (Federasi Serikat Pekerja Mandiri), dan Gerakan Buruh Indonesia (GBI).

Di wilayah lainnya, para buruh juga melakukan aksi di kantor Gubernur masing-masing, seperti di Bandung, Surbaya, Semarang, Banda Aceh, Medan, Batam, Banjarmasin, Gorontalo, dsb.

Lebih lanjut, Iqbal mengaku merasakan ada ancaman banyaknya TKA Cina Ilegal ketika lapangan pekerjaan sempit dan daya beli buruh menurun akibat upah murah melalui PP 78/2015.

\”Bayangkan upah buruh tahun 2017 ini hanya naik $10 – $20 per bulan, seharga satu kebab di Eropa, sedangkan TKA Cina Ilegal ada yang dibayar 10 juta per bulan,\” ujarnya.

Disamping itu, kata Iqbal, buruh menjerit dengan melambungnya harga-harga barang seperti kenaikan TDL 900 VA (yang merupakan komponen KHL), cabe, premium yang sulit dicari, rencana gas elpiji 3 Kg, dan kebutuhan harga pokok lainnya. Apalagi hal ini sangat dirasakan oleh jutaan buruh outsourcing yang tidak dipedulikan nasibnya oleh Pemerintah.

\”Sangat berbanding terbalik dengan korporasi migas yang dimanja oleh Pemerintah walaupun melanggar Undang Undang,\” tukasnya. (Ibas)⁠⁠.