Jakarta, Triknews.com – Gerakan Mahasiswa Bela Rakyat kecewa dengan kompromistik aksi parlemen jalanan mahasiswa dengan para wakil rakyat yang cenderung memanipulasi gerakan mahasiswa dengan retorika kosong tanpa bukti nyata mereka.

“Kami juga kecewa dengan mekanisme aksi yang sangat kompromistik, agar jalannya aksi 212 Jilid II tidak akomodatif terhadap aspirasi mahasiswa,” tegas Koordinator aksi Gerakan Mahasiswa Bela Rakyat Zainuddin Arsyad hari ini.

Bahkan, kata dia, cenderung memanipulasi gerakan mahasiswa karena beberapa perencanaan aksi yang diserahkan tidak sesuai dengan perencanaan aksi semula. Oleh karenanya, pihaknya kembali mengkonsolidasi dari gerakan mahasiswa fokus pada isu-isu kebangsaan dan nasinolisme sesuai dengan tuntutan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kami akan konsolidasi lagi fokus pada isu kebangsaan dan nasionalisme,” jelasnya.

Selain itu, tambah Zainuddin, pihaknya juga akan memberikan batas waktu kepada wakil rakyat untuk menjalankan tugas mereka dan segera menepati janjinya terkait tuntutan yang disampaikan dalam aksi 212 jilid II di DPR. Tetapi mahasiswa secara serius membuka mata mengawasi kerja para politisi dalam janji tersebut.

“Apakah janji mereka hanya sebagai janji politik dan bualan yang membohongi untuk meredam tuntutan mahasiswa,” tandasnya.

Gerakan Mahasiswa Bela Rakyat terdiri dari UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA, SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI AHMAD DAHLAN, SEKOLAH TINGGI ILMU DAKWAH AL HIKMAH, UNIVERSITAS ISLAM JAKARTA, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA, UNIVERSITAS PAMULANG, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR HAMKA, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI JAKARTA, HIMPUNAN MAHASISWA AL WASLIYAH, SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI JAYAKARTA, PRESIDEN BEM PTM ZONA III, UNIVERSITAS BUNG KARNO, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI YOGYAKARTA, SEKOLAH TINGGI ILMU HUKUM IBLAM, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR, KORDINATOR BEM PTM BANTEN, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIRIBON dan STE BANK JAKARTA.