Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian (kiri) bersama Steering Committee Piala Presiden Maruarar Sirait (kanan) memberikan keterangan pers terkait final turnamen sepakbola Piala Presiden 2015 di Jakarta, Rabu (14/10). Panitia memutuskan penyelenggaraan final Piala Presiden antara Persib Bandung dan Sriwijaya FC akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada hari Minggu (18/10) dengan mengerahkan 10.000 personel keamanan dari Polda Metro Jaya, TNI dan unsur terkait. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww/15.

Jakarta, Triknews.com – Menjelang pelaksanaan Pilkada pada 15 Februari 2015 lalu, ditemukan E-KTP sebanyak 36 buah yang diimpor dari Kamboja. KTP elektronik ini disebut-sebut akan digunakan untuk kecurangan di Pilkada DKI jakarta dengan tujuan memenangkan salah satu calon kandidat yang ada.

Dari kordinasi yang dilakuan Bea Cukai dengan Kepolisian, Dukcapil, Kemendagri, dan Dirjen Pajak, dipastikan kalau E-KTP itu senyatanya adalah hoax belaka.

Namun belakangan setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan bahwa 36 E-KTP tersebut tidak ada sangkut-pautnya dengan Pilkada 2017. Bahkan Tito mengungkap motif sebenarnya dari munculnya E-KTP palsu tersebut, yakni motif ekonomi.

Motif ekonomi ini terungkap setelah diketahui bahwa semua KTP elektronik itu ternyata akan digunakan untuk membuka rekening-rekening baru. Semua rekening itu nantinya akan digunakan ketika terjadi transaksi judi daring (online), di mana hasilnya akan ditampung di dalamnya.

Hal ini dinyatakan langsung oleh Tito saat mengikuti rapat kerja Polri dengan Komisi III DPR, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2).

“Penemuan KTP-E palsu asal Kamboja itu tidak berkaitan dengan pemilu, tapi digunakan kelompok tertentu untuk judi online. Mereka buka rekening palsu untuk tampung uang hasil judi online,” beber Tito.

Untuk diketahui, kasus ini mencuat setelah Komisi II DPR melakukan inspeksi mendadak ke Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta pada tanggal 9 Februari 2017 lalu. Dari hasil inspeksi itu, ditemukanlah sebanyak 36 E-KTP dan 32 NPWP palsu. Tidak hanya itu, ditemukan juga satu buku tabungan BCA serta kartu anjungan tunai mandiri. (AF).