Jakarta, Triknews.com – Belakangan ini, viral pemberitaan di media sosial mengenai poster pengumuman yang disebut-sebut berasal dari salah satu pengelola masjid di daerah Jakarta Pusat di mana intinya mengancam tidak akan melayani jamaah yang ketahuan mendukung dan memilih pemimpin non-muslim.

Secara lebih jelas, poster tersebut berisi ancaman bahwa pengurus masjid, ustadz, ulama, dan jamaah, tidak akan pernah mau melayani permintaan doa syukuran, kematian, pengurusan jenazah, pemandian jenazah, salat jenazah, bagi warga yang mendukung pemimpin di luar Islam.

Masjid itu disebut-sebut bernama Masjid Al-Waqfiyah yang berlokasi di daerah Salemba I, RT 7, RW 8, Paseban, Jakarta Pusat.

Informasi yang viral di dunia maya ini, membuat Menteri Agama Lukman Saifuddin angkat suara, tentu saja setelah menelusuri benar tidaknya kabar tersebut.

Menurut laporan yang diterima Lukman dari kepala kantor wilayah Kementerian Keagamaan DKI Jakarta, ternyata kabar tersebut hanyalah fitnah alias hoax belaka. Hal ini disampaikan Lukman di akun Twitter miliknya @lukmansaifuddin pada hari Senin (22/2) lalu.

“Konfirmasi Ka. Kanwil Kemenag DKI nyatakan bantahan langsung dari Muh. Shodikin, Ketua Pengurus Masjid Al-Waqfiyah terkait isu yg HOAX,” terang Lukman.

Untuk diketahui, kabar tersebut sudah mencuat pasca Pilkada DKI Jakarta putaran pertama yang digelar pada tanggal 15 Februari 2017 lalu.

Pada putaran pertama tersebut, diketahui bahwa pasangan Ahok-Djarot lolos ke putaran kedua melawan pasangan Anies-Sandi. Dan, menyebarnya berita hoax ini tidak bisa dilepaskan dari kenyataan lolosnya calon gubernur Ahok ke putaran selanjutnya yang kebetulan non-muslim.

Tidak hanya Menteri Lukman yang membantah bahwa pengumuman itu hoax, tetapi dari pihak pengelola Masjid Al-Waqfiyah sendiri di hari yang sama telah memastikannya sebagai hoax. Dalam ati kata, pihak pengelola masjid tidak ada sangkut paut dengan pembuatan poster tadi.

‎”Kami dari pihak masjid sama sekali tidak pernah mengeluarkan pengumuman itu. Kami pastikan itu tidak benar, hoax‎,” kata marbot Januri saat ditemui wartawan di Masjid Al-Waqfiyah tersebut.

Januri menyatakan poster itu sebagai hoax, lantaran ada ketidaksesuaian atau kesalahan nama ketua pengurus masjid yang tertera di poster itu.

‎”Ketua pengurus masjid ini adalah Muhamad Shodikin, tapi pengumuman di medsos itu nama Muhammad Shodiq dan tidak ada stempelnya. Itu jelas palsu,” tegas Januri.