Jakarta, Triknews.com – Mantan Panglim Front Pembela Islam (FPI), Munarman ternyata tidak berani menjawab tentang PT Indocopper Investama Tbk, apalagi dirinya terlibat dalam persoalan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Hal ini persis saat dirinya diwawancarai oleh reporter Rimanews. Saat ditanya itu, justru Munarnan malah menjawab “Nasionalisasi saja Freeport” ketika ditanya apakah kantor pengacaranya pernah menjadi kuasa hukum PT Indocopper Investama Tbk.

“Itu jawaban saya,” katanya kepada Rimanews lewat SMS.

Nama Munarman dan FPI, dalam beberapa hari terakhir ramai dibicarakan di media sosial menyusul memanasnya isu negosiasi antara pemerintah dengan PT Freeport Indonesia. Kabar itu berasal dari sebuah media opini berjudul “Ketik Google: Pengacara Freeport.”

Isinya adalah pengulangan dari “berita” yang pernah ditulis oleh sedikitnya dua “media” yang tidak mencantumkan alamat dan penanggungjawab redaksi, pada tahun 2016. Salah satu “media” itu menulis judul “Terbongkar Ternyata Munarman FPI Pengacara Freeport” yang isinya menuduh 
Munarman atau kantor pengacara Munarman, Do’ak & Partner sebagai kuasa hukum dari PT Indocopper Investama Tbk. 

Munarman, Do’ak & Partner adalah kantor pengacara yang beralamat Komplek Perkantoran Yayasan Daarul Aitam Jl. KH. Mas Mansyur No. 47C & D, Jakarta Pusat. Dalam daftar data personal yang tercantum di situs kantor pengacara itu, nama Munarman bersama Nazori Do’ak Ahmad tercantum sebagai Senior Partner. 

Tercantum pula tujuh nama perusahaan yang pernah menjadi klien mereka, antara lain PT Indocopper Investama Tbk. 

Perusahaan itu pernah bersengketa dengan Bapepam di Pengadilan Tata Usaha Negara. Kasusnya sampai pada tahap peninjauan kembali atau PK di Mahkamah Agung. Dalam putusan bernomor 57 PK/TUN/2008, Mahkamah Agung kemudian mengabulkan PK Bapepam meskipun perincian putusannya tidak terungkap.

Berikut tanya-jawab Rimanews dengan Munarman, yang juga menjabat wakil sekretaris umum bidang dakwah FPI:

T: Selamat sore Pak Munarman. Apakah kantor pengacara Anda pernah menjadi kuasa hukum Indocopper? Tahun berapa? Untuk kasus apa?
J: Nasionalisasi saja Freeport.

T: Anda tidak menjawab pertanyaan saya?
J: Itu jawaban saya.

T:Jawaban Anda mengalihkan perhatian.
J:Loh kok memaksakan pikiran Anda? Aneh.

T: Bukan memaksa. Pertanyaan saya jelas, tapi  Anda tidak menjawab pertanyaan itu.
J: Saya berhak menjawab apa saja. Jawaban kok harus sesuai dengan yang Anda inginkan? Belajar lagilah jadi wartawan. Anda ini interogator atau wartawan?  

T: Anda memang berhak menjawab apa saja. Tapi pertanyaan saya: “apakah kantor pengacara Anda pernah menjadi kuasa hukum Indocopper? Tahun berapa? Untuk kasus apa? Masak jawaban Anda: nasionalisasi Freeport?”

Untuk perrtanyaan terakhir, Munarman tidak menjawab.

Update:Sekitar 15 jam kemudian atau pukul 6.48 pagi hari ini, Munarman membalas SMS menjawab pertanyaan terakhir: Urusan saya, mau menjawab apa saja. Kalau nyanya yang sopan dan tak usah memaksa. Hak saya menjawab bahkan tidak menjawab Anda.