Sumber: beritaplatmerah.com

Jakarta, Triknews.com – Setelah pihak kepolisian menolak untuk menghentikan sejumlah kasus yang mendera pentolan Front Pembela Islam, Rizieq Syihab, dengan alasan telah ditemukannya bukti-bukti kuat terkait kasus-kasus itu, kuasa hukum Rizieq, Kapitra Ampera, menyatakan akan mengajukan pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra sebagai saksi ahli yang akan membantu meringankan satu kasus Rizeiq terkait dengan penodaan Pancasila.

“Sudah berkoordinasi dengan kami. Pak Yusril bersedia dan akan kami hadirkan sebagai saksi meringankan atau ahli. Dua-duanya beliau bersedia,” ujar Kapitra kepada wartawan hari ini, Jumat (24/2).

Menanggapi hal itu, Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul, memastikan bahwa pihaknya tidak akan keberatan terkait pengajuan Yusril sebagai saksi ahli itu, bahkan dia juga memastikan pihaknya akan mengakomodir pengajuan tersebut jika memang Yusril nantinya bersedia bersaksi di dalam persidangan yang ditangani Polda Jawa Barat itu.

Hal itu dinyatakan secara tegas oleh Martinus saat berada di Gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, hari ini.

“Siapapun yang diajukan, yang katanya ingin meringankan, itu pasti kita akomodir,” tegas Martinus.

Menurut penjelasan Martinus, ada mekanisme yang harus dilalui dalam penetapan saksi ahli. Saksi ahli (yang akan meringankan itu) ditetapkan dengan dimulai dari pihak tersangka menyerahkan nama, baru setelah itu akan dipertimbangkan kompetensi nama itu terkait persoalan kasus yang dihadapi tersangka. Dan, Yusril dinilai layak untuk menempati posisi itu.

“Tentu pasti harus sesuai dengan disiplin ilmu hukumnya. Ada penilaian dari penyidik, (saksi,red) ini kompeten dan memiliki relevansi terkait dengan disiplin ilmu dan bidangnya atau tidak. Pak Yusril sesuai,” terang Martinus.

Hanya saja, lanjut Martinus, apakah Yusril nantinya akan diterima sebagai saksi ahli atau tidak, keputusan berada di penyidik Polda Jawa Barat. Dan, pihak Mabes Polri akan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Polda Jabar.

Tetapi yang perlu diingat, sebagaimana diungkap Martinus, Polri selama ini tak pernah menolak saksi ahli (siapapun itu) yang diajukan pihak tersangka, dalam kasus apapun.

“(Polisi akan meminta keterangan Yusril?) Kembali lagi ke penyidik, itu kewenangan penyidik. Saksi ahli yang diajukan tidak pernah ditolak,” tandas Martinus. (AF).