FPI
*ilustrasi

Jakarta, Triknews.com – Rencana didirikannya organisasi FPI (Front Pembela Islam) Cabang Gresik menyita perhatian khalayak di sana, khususnya para tokoh agama dan tokoh organisasi.

H. M. Khozin Ma’sum misalnya, salah satu pengusaha sekaligus tokoh NU (Nahdlatul Ulama) di Kabupaten Gresik tersebut mengaku sangat setuju jika organisasi FPI tidak berdiri di Kabupaten Gresik. Sebab kata dia, aktivitas FPI sering menimbulkan kontroversi. Pun demikian, warga Gresik dianggapnya sudah kondusif.

“Karena Gresik itu sudah kondusif, jangan sampai karena munculnya FPI membuat Kabupaten Gresik gaduh, Gresik tidak kondusif,” ujar Khozin dikutip dari BangsaOnline, Jumat (24/2).

Lanjut Khozin, rencana berdirinya FPI di Kabupaten Gresik sangat rentan menimbulkan polemik. Hal ini tampak sudah adanya rencana dari beberapa elemen masyarakat untuk menghalang-halangi berdirinya FPI. Ia pun mengaku sangat setuju dengan pendapat Kapolres Gresik, AKBP Boro Windu Danandito yang menyatakan Kabupaten Gresik sudah aman dan kondusif.

“Karena itu jangan sampai dengan munculnya FPI di Kabupaten Gresik akan memunculkan perbedaan. Sehingga memunculkan persoalan yang tidak kita inginkan bersama,” terang pendiri RGS (Relewan Gerakan Sosial) Kabupaten Gresik ini.

Ditegaskan Khozin, masyarakat Gresik membutuhkan situasi yang tenang, nyaman dan aman dalam menjalani aktivitas mereka. Apalagi di sana, banyak pesantren kegiatan industri.

“Gresik adalah kota santri dan industri. Di sana banyak bertebaran industri. Mereka butuh ketenangan dalam beraktivitas,” pungkasnya.