Sumber: tribunnews.com

Jakarta, Triknews.com – Baru-baru ini, Mabes Polri bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diberitakan telah menggrebek rumah Anies Baswedan oleh salah satu media online terkait dengan dugaan korupsi dana kegiatan Frankfurt Book Fair 2015.

Namun, hal itu langsung dibantah dengan tegas oleh Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, hari ini, Sabtu (25/2) melalui pesan elektronik yang diikirimkan kepada salah satu wartawan.

“Bahwa pemberitaan itu tidak menganut prinsip keseimbangan, di mana tidak ada penjelasan dari pihak terkait atau prinsip cover both side tidak dilaksanakan,” kata Martinus.

Martinus menyatakan bahwa informasi yang diberitakan oleh salah satu media online tersebut, hanyalah kebohongan (hoax) belaka. Alasannya, penggerebekan sebagaimana diberitakan itu, menurut Martinus, tidak ada alias tidak pernah dilaksanakan.

Karena itu, lanjut Martinus, pihaknya berharap agar media online tersebut, bisa bertanggungjawab atas berita penggerebekan yang sebenarnya tidak ada itu. Dalam arti kata, hendaknya media online itu menerapkan kode etik jurnalistik sebagaimana mestinya.

“Agar manajemen berita online itu dapat bertanggungjawab dalam memberikan informasi ke publik sesuai kode etik jurnalistik,” himbau Martinus.

Lebih jauh lagi, Martinus menegaskan, bila media online itu tak segera menghapus pemberitaan bohong itu, dan tak segera mengklarifikasi, maka pengelolanya akan dikenakan pidana.

“Iya betul (dikenakan pidana), medianya enggak jelas,” tukasnya.

Untuk diketahui, pemberitaan itu dimuat di laman duniasantri.ml pada Kamis (23/2) lusa. Media inilah yang menyebut bahwa saat Anies menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, telah menghambur-hamburkan anggaran sebesar 10 juta euro atau setara dengan Rp 146 miliar saat menggelar kegiatan Frankfurt Book Fair yang digelar pada 14-18 Oktober 2015 di Jerman.