Jakarta, Triknews.com – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menegaskan bahwa beredarnya pesan berantai melalui media sosial dan whatsapp terkait penculikan Kyai Murobi Pesatren HTI Parung Bogor yang kini menjadi viral adalah berita hoax.

“Kami sudah kroscek HTI Bogor dan info tersebut adalah hoax,” tegas infokom DPD HTI, Senin (27/2).

Lebih lanjut, aktivis HTI wilayah Jaksel Taufik juga memastikan bahwa informasi tersebut adalah berita palsu.

“Sepertinya hoax,” ucap Taufik.

Sebab, kata Taufik, HTI tidak mempunyai pesantren.

“Pastinya ini bukan Hizbut Tahrir karena Hizbut Tahrir tidak punya pesantren,” tandasnya.

Berikut isi bc hoax tersebut :
Sekarang Informasi Sudah Valid Sahabat.
Kiyai Murobi ana Di Pesantren HTI Parung Bogor Benar” Di Culik Oleh 30 Orang Yang Mengaku Kepolisian Parung Jam 00:00/02:30 Semua Di Geledah Dalam Rumah Dan Akhirnya Jam 03:00 Kiyai Murobi ana Di Bawa Oleh Para Pelaku Kemaren Malam.
Alasan Penculikan Kiyai HTI Di Parung Dengab Dalih Akan Di Introgasi Di Polsek Sektor Parung.
Di Dalam Rumah Hanya Ada 4 Orang Yaitu Kiyai Yang Di Culik,IstriNya,Dan 2 AnakNya.
Begitu Istri Korban Kontak Semua Santri Mereka Bergegas Ke Polsek Parung.
Tapi Setelah Sampai Polsek Ternyata Sang Kiyai Tidak Ada Di Sana.
Semua Kepolisian Dari Bogor Sampai Ke Banten Sudah Di Sisir Tapi HasilNya Nihil Sahabat.
Akhirnya Para Santri Melaporkan Kehilangan Anggota Ulama,Tapi Di Tolak Karena Belum 2×24 Jam.
Hingga 2 Hari Kiyai Murobi ana Tidak Ada Kabar,Ketika Ada Kabar Di Ketemukan Beliau Sudah Tidak Bernyawa.
Setelah Di Visum Kiyai Korban Tertabrak Kendaraan Dan Bukan Di Bunuh Oleh Para Penculik.
Sekarang Pesantren Dalam Keadaan Genting Di Parung Bogor Sahabat.
Sebab akan Di Hanguskan Oleh Aparat Dengan Dalih Mereka Di Fitnah.
Padahal Jelas” Para Penculik Kiyai Murobi ana Berpakaian Kepolisian Berseragam Lengkap.
Saya Jadi Ingat Saat Kejadian Penculikan Para Jendral Dan Para Ulama,Komunis PKI Berpakaian TNI Lengkap Tahun 1965,Sekarang Berpakaian Polisi Lengkap Untuk Penyamaran Para Komunis PKI.
Saya Sangat Berharap Agar Semua Istalansi Terutama TNI,POLRI,ULAMA,RAKYAT,Bersatu Dan Jangan Mau Di Adu Domba Oleh Komunis PKI Yang Di Dalangi Asing,Aseng Di Negeri NKRI.
Ini Berita Valid Yang Saya Dapat Sahabat.
Bukan Hoax Serta Fitnah!
Sekarang Kiyai Murobi ana Sudah Di Makamkan.
Sudah SaatNya Kita Rakyat Bergerak Lawan Kesewenang Wenangan Antek” Anak Cucu Komunis PKI.
Bravo NKRI.
Tetap Semangat!

*Nb*
Info ini valid
Dari sohib ana yg tahu betul kejadian ini.
Letak ponpesnya di karang asem.

Katakan Tidak pada Berita Hoax

Sulit untuk dipungkiri bahwa perkembangan media sosial belakangan ini telah membuat banyak perubahan di dalam hidup kita. Kemajuan teknologi komunikasi yang semakin canggih itu membuat kita dapat dengan mudah berkomunikasi antara satu dengan yang lain.

Bukan hanya itu. Media sosial juga mampu menyajikan sejuta informasi yang bisa kita akses setiap harinya tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun. Berkat bantuan media sosial, dunia ini akhirnya serasa selebar daun kelor (kecil).

Sayang seribu sayang, dampak perkembangan media sosial itu ternyata tidak melulu baik. Media sosial terbukti seperti pedang yang bermata dua. Bisa jadi cukup membantu, bisa jadi juga membahayakan.

Kita tidak bisa mengabaikan kenyataan bahwa banyak orang yang berpikiran picik dan gagal paham bersembunyi di balik media sosial. Mereka menggunakan media sosial untuk menyebarluaskan berita-berita palsu atau hoax.

Maraknya berita hoax tersebut, maka sudah selayaknya menegaskan “Katakan Tidak pada Berita Hoax”.