Jakata, Triknews.com – Dua hari terakhir ini, viral pesan berantai di media sosial WhatsApp terkait dengan diculiknya Kiai Murobi, salah satu kiai yang diklaim menjadi pengasuh ‘pesantren’ Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Parung, Bogor.

Inti pesan itu mengabarkan kalau Kiai Murobi telah diculik oleh sejumlah orang yang mengaku dari aparat Kepolisian Parung. Peristiwa itu dikabarkan terjadi sekitar pukul 00:00/02:30 WIB.

Penculikan kiai ini, menurut pemberitaan itu, disebut-sebut untuk keperluan interogasi yang akan dilakukan aparat di Polsek Sektor Parung.

Lebih lanjut, pemberitaan itu juga menyebutkan bahwa ketika para santri melaporkan hilangnya ulama tersebut kepada pihak yang berwewenang, ternyata ditolak karena belum 2×24 Jam.

Dua hari kemudian, masih menurut informasi itu, Kiai Murobi ditemukan meninggal, dan setelah divisum, ternyata bukan dibunuh, melainkan ditabrak satu kendaraan.

Mirisnya, hal itu dihubung-kaitkan dengan peristiwa 1965 di mana pemberitaan itu menyebutkan kalau Komunis PKI lah dengan menyamar TNI berpakaian lengkap yang kemungkinan melakukan penculikan terhadap Kiai Murobi itu.

Saat kabar ini viral, triknews.com coba melakukan konfirmasi ke dua kordinator lapangan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yakni Ramadi dan Tisna Wiganda.

Menurut Ramadi, dirinya tidak mengetahui adanya kabar tersebut, selain memang tidak punya hak untuk memberikan keterangan yang diajukan wartawan.

“Kalau saya nggak berkepantingan untuk menjawab itu,” ujar Ramadi saat dihubungi lewat telpon seluler hari ini (27/2).

Hal senada juga disampaikan oleh Wiganda yang menyatakan dirinya juga tidak mengetahui soal kebenaran kabar tersebut.

“Saya kurang tahu, mas. Saya juga baru tahu info ini dari WhatsApp,” tutur Wiganda hari ini. (AF).