Sumber: beritasatu.com

Jakarta, Triknews.com – Terdengar suara ledakan cukup keras di kawasan Cicendo, Bandung, Jawa Barat, Senin (27/2) pagi hari ini. Dari pantauan wartawan, setelah terjadi ledakan yang disebut-sebut dari bom panci, sekitar pukul 10.08 WIB, muncul api yang disertai asap hitam pekat dari lantai 2 kantor Kelurahan Arjuna.

Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Anton Charliyan langsung mendatangi lokasi ledakan untuk melakukan penyergapan terhadap pelaku setelah sebelumnya sempat dipimpin Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo.

Saat dilakukan pengepungan dan penyergapan, sampai sekitar pukul 10.45 WIB, pelaku masih belum berhasil dilumpuhkan karena pelaku masih sempat melakukan perlawanan terhadap aparat yang bertugas. Namun, pada akhirnya pelaku tetap bisa dilumpuhkan.

“Pelaku berhasil kita lumpuhkan, dan akan di bawa ke Rumah Sakit Sartika Asih,” kata Anton saat berada di lokasi kejadian.

Menurut Anton, pelaku telah meledakkan bom berdaya ledak rendah dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari kantor Kelurahan Arjuna, yakni sekitar 50 meter.

“Low explosive,” terang Anton.

Anton mengungkap bahwa dugaan motif pelaku peledakan bom tersebut, karena pelaku ingin menuntut pembebasan atas tahanan Datasemen Khusus 88 Antiteror 88. Hanya saja, tidak begitu jelas tahanan mana yang dituntut untuk dilepaskan.

Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang polisi yang terlibat dalam upaya penggerebkan tersebut. Sebagaimana diwawancarai wartawan BeritaSatu News Channel, polisi itu mengungkap bahwa motif peledakan itu, yakni pelaku meminta kepada Densus 88 agar bisa membebaskan para tahanan.

“Tadi saya mendengar dari warga. ‘Saya tidak butuh kamu, saya butuh Densus lepaskan semua tahanan’,” kata polisi itu sembari menirukan ucapan warga. (AF).