Sumber: merdeka.com

Jakarta, Triknews.com – Belakangan ini, beredar pemberitaan yang menyebutkan bahwa beberapa masjid di Jakarta memasang spanduk pengumuman yang intinya menolak untuk menyalatkan jenazah simpatisan dan pendukung calon gubernur petahana, yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Tentu saja, hal itu merupakan kampanye negatif yang dilakukan pihak-pihak tertentu untuk menjegal Ahok yang selama ini dianggap non-muslim dan dituding melakukan penistaan agama.

Setelah pemberitaan semacam itu beredar, kini muncul berita ‘tandingan’ namun hoax yang pada intinya mengatakan bahwa jika memang para simpatisan Ahok ditolak diurus beberapa masjid, maka Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) siap mememberkati para jenazah tersebut.

Sialnya lagi, pemberitaan itu disebarluaskan melalui screenshot yang mencatut laman merdeka.com dengan judul ‘PGI Siap Berkati Jasad Muslim Pendukung Ahok Yang Tidak Diurus oleh Masjid’.

Dalam arti kata, tujuan pemberitaan tersebut sengaja dibuat seoalah-olah faktual di mana diberitakan oleh media ternama, sehingga nilai validitasnya bisa dipertanggungjawabkan. Benarkah demikian?

Ternyata, dari pihak redaksi laman merdeka.com sendiri menyebutnya sebagai hoax alias pemberitaan itu tidak benar. Berikut klarifikasi dari laman resmi merdeka.com:

Sejak kemarin beredar screenshot berita seolah-olah dari merdeka.com berjudul ‘PGI Siap Berkati Jasad Muslim Pendukung Ahok Yang Tidak Diurus oleh Masjid’. Redaksi merdeka.com menegaskan bahwa berita itu adalah HOAX dan tidak pernah ada berita seperti itu di merdeka.com.

Foto tersebut jelas-jelas editan dan palsu. Kaidah penulisan judul maupun jumlah karakternya tidak sama dengan standar yang biasa digunakan redaksi merdeka.com.

Redaksi merdeka.com meminta jangan mempercayai potongan gambar atau screenshot berita yang beredar dengan maksud memprovokasi. Cek selalu saat anda mendapatkan berita atau hendak menyebarkan berita. Jadilah orang yang bertanggung jawab.

Sekali lagi kami menegaskan bahwa foto tersebut adalah editan dan Hoax yang sangat merugikan merdeka.com atas aksi tak bertanggung jawab ini.