Jakarta, Triknews.com – Pasca rubuhnya papan reklame milik PT Warna Warni di kawasan Slipi pada Sabtu (25/2/2017) petang kemarin membuat Pemprov DKI Jakarta ambil sikap tegas, yakni pencabutan izin reklame kepada perusahaan advertising itu.

Hal ini disampaikan oleh Sekda DKI Jakarta, Saefullah di kantornya. Ia mengatakan pencabutan izin papan iklan atau papan reklame tersebut adalah bentuk pembelajaran kepada seluruh perusahaan penyedia layanan iklan tersebut, agar lebih antisipatif dan hati-hati, termasuk dalam masalah perawatan.

“Langsung dicabut (izinnya). Ini sanksi buat seluruh (papan iklan) punya mereka,” ujar Sekda DKI, Saefullah, di Balai Kota Jakarta, hari ini.

Namun berdasarkan temuan pihaknya, yang paling disayangkan adalah kelalaian PT Warna Warni yang tampak salah memilih kontraktor untuk pemasangan papan reklame. Apalagi ada temuan jika tiang baliho berukuran 6X16 meter hanya ditanamkan tak lebih dari 80 centimenter ke dalam tanah oleh kontraktornya.

“Mungkin juga mereka dibohongi kontraktornya. Kualitasnya seperti itu,” pungkasnya.

Untuk itu, Saifullah pun akan mengingatkan kepada seluruh jajaran Satuan Polisi Pamong Prajak (Satpol PP), untuk ikut melakukan pengecekan dan kontrol terhadap seluruh tiang baliho. Jika ada yang membahayakan, maka pihaknya akan merobohkannya.

“Untuk ini Satpol PP kita ingatkan kontrol semua terhadap reklame ini, yang kontruksinya mengkhawatirkan, kita tebang saja,” tegas Sekda.

Reklame Tidak Boleh Pakai Tiang
Terkait dengan masalah rubuhnya konstruksi papan reklame seperti yang terjadi di kawasan Slipi tersebut, Sekda Saefullah menyampaikan jika ke depannya nanti seluruh reklame tidak boleh dipasang di atas tiang, melainkan akan tertempel di bangunan-bangunan gedung.

Selain itu, materi reklame yang dipasangan bentuknya adalah layar LED. Hal ini salah satunya adalah bertujuan untuk menghindari potensi kejadian-kejadian membahayakan serupa di kemudian hari.