Alfian Tanjung

Jakarta, Triknews.net – Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Ami mengingatkan kepada setiap pendakwah atau penceramah untuk senantiasa berbicara berdasarkan fakta.

Rais Aam PBNU itu juga meminta agar kepentingan negara diutamakan didalam setiap materi ceramah atau pesan yang disampaikan.

“Saya mengajak supaya para dai berdakwah secara proporsional, yang santun gitu lho. Dan tidak melakukannya dengan cara provokatif. Apalagi kalau itu membahayakan. Kalau itu membahayakan negara, ya tentu harus dihentikan,” ujar Ma’ruf saat menjadi pembicara di sebuah Hotel di bilangan Jakarta Pusat, Selasa (30/5).

Ma’ruf pun angkat bicara mengenai ceramah Ustaz Alfian Tanjung yang berujung penahanan oleh kepolisian. Menurut Ma’ruf penceramah sejatinya berbicara sesuai dengan fakta. Peneceramah kata dia tak perlu menceritakan fenomena yang tidak pernah ada.

“Saya kira kan kita ada aturan-aturan. Siapa saja kalau melanggar ditindak sesuai aturan yang ada. Apalagi ceramah bohong, tambah ngawur lagi. Itu kan diceramahkan hanya menimbulkan kegaduhan saja. Apalagi kalau ceramah menggunakan fakta bohong, itu saya kira sudah menyalahi etika,” kata Ma’ruf.

Lebih lanjut, Ma’ruf juga menekankan jika penceramah menemukan adanya fakta namun hal tersebut bersifat sensitif, sebaiknya si penceramah tidak menyampaikannya ke publik.

“Walaupun fakta, kan tidak perlu dibuka di ceramah. Bisa disampaikan kepada pihak yang memiliki kompetensi, memiliki otoritas. Sampaikan, nih ada fakta misalnya. Ya tidak usah diceramahkan,” tegas Ma’ruf.

Alfian ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama tujuh jam di Bareskrim Polri, dari Senin (29/5) siang hingga petang. Ada 52 pertanyaan yang dicecar penyidik ke Alfian.

Pemeriksaan tersebut terkait Laporan Polisi (LP) LPB/451/IV/2017/UM/JATIM, tertanggal 11 April 2017 oleh pelapor bernama Sudjatmiko, warga Surabaya, Jawa Timur.