Rizieq Shihab (Foto: suratkabar.id)

Jakarta, Triknews.net – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Marsudi Syuhud, menuturkan bahwa pihaknya dan Mejelis Ulama Indonesia (MUI) telah sepakat untuk meminta kepada para simpatisan Front Pembela Islam (FPI) agar tidak melakukan aksi demosntrasi pasca penetapan Rizieq Shihab sebagai tersangka.

Marsudi juga menyatakan bahwa pihaknya dan MUI juga telah bersepakat menginginkan kasus dugaan chat berbau pornografi yang menjerat Rizieq segera selesai dan tuntas.

“Saya inginnya cepat selesai proses hukumnya, senada dengan pesan Kiai Ma’ruf Amin,” kata Marsudi, Selasa (30/5).

Marsudi juga memita kepada kedua belah pihak, baik dari aparat kepolisian ataupun kepada pihak Rizieq, untuk membuktikan benar tidaknya kasus tersebut di pengadilan, agar segera ketahuan mana yang benar dan mana yang salah.

“Dibuktikan saja biar enggak ada prasangka-prasangka. Kalau polisi salah biar ketahuan salah, kalau polisi benar biar dibuktikan saja,” ujar dia.

Dia berkaca pada kasus penodaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama beberapa waktu lalu, di mana di dalam pengadilan, yang bersangkutan divonis bersalah dan harus mendekam di penjara selama dua tahun.

“Seperti kasus Pak Ahok kemarin, kalau kembalikan hukum pak Ahok salah ya sudah,” sambungnya.

Karena itu, Marsudi meminta kepada semua pihak untuk mengikuti proses hukum yang ada ketika dihadapkan dengan sebuah kasus pidana.

“Bukan cuma Habib Rizieq tapi untuk semua bangsa Indonesia,” tukas dia.

Sebagaimana diketahui, pada Minggu (29/5) lalu, penyidik dari Polda Metro Jaya sudah menaikkan status Rizieq dari saksi menjadi tersangka dalam kasus dugaan chat mesum yang menyeret nama Rizieq dan Firza Husein.

Ketika penetapan Rizieq sebagai tersangka ini dinyatakan oleh Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wahyu Hadiningrat.

“Iya Rizieq tersangka,” kata Wahyu kepada wartwan singkat, Senin (29/5).