Jakarta, Triknews.net – Adhyaksa Dault, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka saat ini, pernah dikritik bahkan dikecam habis-habisan oleh masyarakat di dunia maya. Pasalnya, Adhyaksa pernah hadir dan memberikan dukungan kepada tegaknya sistem khilafah dalam sebuah acara yag diselenggarakan oleh HTI sebagaimana tampak dalam sebuah video wawancaranya dengan salah satu simpatisan ormas pengusung khilafa tersebut.

Karena kritik dan kecaman itulah, Adhyaksa lalu mengklarifikasi ke sana ke mari bahwa dirinya sangat menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar negara dan tidak mendukung gerakan khilafah ala-HTI.

Kini, Adhyaksa mengajak masyarakat agar berlomba-lomba membuat video tentang kebhinekaan bertajuk #BhinnekaTunggalIkaChallenge. Hal itu sebagai salah satu cara lembaga yang dipimpinnya saat ini menyemarakkan hari lahirnya Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2017 besok.

Menurut Adhyaksa, tantangan tersebut memiliki target untuk menyebarkan pesan-pesan positif mengenai pesatuan Indonesia di media-media sosial yang ada.

“#BhinnekaTunggalIkaChallenge ini pertama kali di Indonesia, targetnya memenuhi internet dengan pesan-pesan positif tentang Indonesia,” kata Adhyaksa dalam keterangan persnya pada Selasa (30/5).

Lebih lanjut, Adhayksa menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya seringkali menggelar sejumlah acara untuk memeriahkan hari lahirnya Pancasila pada 1 Juni.

Sebelumnya, pada tahun 2014 silam, lembaga Kwarnas Gerakan Pramuka itu mengadakan acara refleksi mengenai hari lahirnya Pancasila. Lalu tahun 2015, ada acara monolog Cut Nyak Dien dengan Ine Febriyanti, Mantan Wapres, Tri Sutrisno di Teater Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kemudian pada tahun 2016 lalu ada lomba fotografi bertajuk #PramukaPancasila, serta kegiatan-kegiatan lainnya.

Adhyaksa juga menuturkan bahwa kegiatan #BhinnekaTunggalIkaChallenge itu pertama kali diadakan dan terbuka untuk umum (seluruh WNI baik di dalam maupun di luar negeri).

Untuk itu, peserta yang ingin ikut lomba #BhinnekaTunggalIkaChallenge tersebut, hendaknya mengikuti tahapan-tahapannya sebagaimana tercantum dalam Instagram @gerakanpramuka, antara lain:

1. Ajak teman-temanmu minimal 3 orang atau sebanyak-banyaknya yang berbeda latar belakang (suku, budaya, bahasa, daerah, agama). Videokan aksi #BhinnekaTunggalIkaChallange kalian sekreatif mungkin, maksimal 1 menit (60 detik).

2. Contoh narasi “Hei saya Hatta, saya Minang. Aku Soekarno, aku Jawa. Hai aku Andi, aku Bugis, apa kabar. Aku Lusia, aku Manggarai. Aku Edo, dari Papua. Aku Maulana, aku Madura. Nah, saya Hendrik, saya Dayak. Apa kabar dunia? Kami Indonesia. Ayo ikuti #BhinnekaTunggalIkaChallange, mana videomu, Bhinneka Tunggal Ika, Salam Pramuka. Bangga jadi Indonesia.” Salah seorang di antara kalian, disarankan menggunakan hasduk Pramuka.

3. Unggah videomu di medsos, mention/ tag akun-akun berikut: twitter @kwarnas, instagram @gerakanpramuka, dan facebook Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Sertakan tagar wajib #SetiapPramukaAdalahKantorBerita dan #BhinnekaTunggalIkaChallange.

4. Di akhir video, sebut saja yang kalian minta melakukan Bhinneka Tunggal Ika Challenge ini. Atau bisa juga mention ke akun yang kalian tantang. Tantangan ini terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri.

5. Videomu akan direpost, di-share, dan disebarluaskan oleh akun-akun Gerakan Pramuka, serta akan dilihat jutaan anak Indonesia. Kegiatan ini tidak berhadiah, justru videomu yang jadi hadiah bagi Indonesia dan dunia.