Jakarta, Triknews.net – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, menuturkan bahwa saat ini ada dua opsi yang dimiliki pihak kepolisian untuk meringkus dan memulangkan pentolan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, ke Tanah Air. Dua opsi itu, mencabut paspor yang digunakannya saat ini atau menerbitkan ‘red notice’.

Baca Juga: Rizieq Shihab FPI Susul Firza Husein Jadi Tersangka Kasus Chat Mesum

Tetapi polisi masih belum mengeluarkan putusan terkait dengan dua opsi tersebut. Sebab saat ini, penetapan langkahnya masih dirapatkan oleh Penyidik dari Polda Metro Jaya dengan Divisi Hubungan Internasional Polri.

“Sekarang sedang kami rapatkan, nanti kami minta imigrasi untuk mencabut paspornya ataukah nanti akan segera kami lakukan koordinasi untuk menerbitkan red notice,” kata Argo kepada wartawan saat berada di Mapolda Metro Jaya, Rabu (31/5).

Lebih lanjut, Argo juga menuturkan bahwa saat ini Rizieq tengah berada di Arab Saudi. Informasi itu didapatkan Polda Metro Jaya setelah melakukan koordinasi dengan lembaga imigrasi.

Baca Juga: Polisi Terbitkan Surat DPO, Rizieq Resmi Jadi Buronan

“Tentunya kami tidak terlalu seperti terfokus di mana dia (Rizieq) berada. Yang penting dia bisa dipantau di mana untuk penyidikan tetap kami lanjutkan,” ujar dia.

Sebagaimana diketahui, pihak kepolisian sudah menetapkan Rizieq sebagai tersangka dalam kasus dugaan chat berbau pornografi pada Senin (29/5) lalu sebagaimana diinformasikan oleh Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya.

“Iya Rizieq tersangka,” kata Wahyu kepada wartwan singkat, Senin (29/5).

Menurut keterangan polisi, Rizieq dijerat dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Baca Juga: Satu Suara, PBNU dan MUI Kompak Larang Aksi Bela Tersangka Rizieq FPI

Baca Juga: Mimpi Nyata di Siang Bolong, Rizieq Berharap Kepulangannya Disambut Layaknya Khomeini dan Terjadi Revolusi