Rizieq Shihab (Foto: Antara)

Jakarta, Triknews.net – Dua pengacara Pentolan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, yakni Eggi Sudjana dan Sugito Atmo Pawiro, memberikan keterangan berbeda kepada wartawan mengenai rencana kepulangan kliennya ke Tanah Air pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan chat berbau pornografi oleh Polda Metro Jaya.

Menurut Eggi, Rizieq belum akan pulang ke Indonesia dalam waktu dekat untuk menghadapi kasus hukum #BaladaCintaRizieq tersebut. Karena, lanjut Eggi, kasus tersebut dinilai hanya rekayasa saja.

“Tidak pulang. Ya karena tidak pantas jadi tersangka, jangankan tersangka jadi saksi saja tidak bisa, kenapa karena dia tidak melihat, mengalami, tidak mengakui peristiwa ini, itu rekayasa,” kata Eggi pada Selasa (30) malam, sebagaimana dikutip laman Detikcom pada hari ini (31/5).

Eggi menyatakan bahwa kasus Rizieq tersebut hanyalah rekayasa saja, sebab dia mendasarkan argumennya pada penahanan Firza pada akhir Desember lalu.

Pada saat itu, ponsel milik Firza, menurut Eggi, telah disita pihak kepolisian. Baru 2 bulan setelah itu, kasus dugaan chat berbau pornografi yang melibatkan Rizieq dan Firza muncul ke permukaan. Karena itu, Eggi pun menuduh ada rekayasa di balik chat berbau pornografi tersebut.

“Oleh karena yang dituduhkan rekayasa jadi tidak pulang. Jadi kalau mau dipaksa silakan,” ujar Eggi.

Tetapi pernyataan berbeda disampaikan oleh pengacara Rizieq lainnya, Sugito Atmo Pawiro. Kepada BBC Indonesia, Sugito menuturkan bahwa kliennya tersebut akan pulang ke tanah air dalam waktu dekat untuk menghadapi kasus dugaan chat pornografi yang melilitnya.

Lebih lanjut, Sugito bahkan menyebut bahwa kliennya tersebut berharap agar saat kepulangannya nanti ke tanah air disambut seperti Ayatollah Khomeini (tokoh revolusi Iran) ketika kembali ke Teheran dari pengasingannya pada 1979 di mana pada saat itu terjadilah revolusi.

Baca Juga: Mimpi Nyata di Siang Bolong, Rizieq Berharap Kepulangannya Disambut Layaknya Khomeini dan Terjadi Revolusi

“Bahwa kepulangan beliau itu berharap seperti penyambutan Ayatollah Khomeini ketika pulang dari Prancis ke Teheran ketika Revolusi Iran,” kata Sugito sebagaimana dikutip laman BBC Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Rizieq sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan chat mesum. Dia dijerat dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Tidak hanya itu saja, pihak kepolisian sudah mengeluarkan suarat Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk Rizieq sejak hari ini (31/5) setelah melalui prosedur-prosedur lainnya. Bahkan, saat ini pihak kepolisian sedang mempertimbangkan dua opsi untuk memulangkan Rizieq dari luar negeri, yakni mencabut paspornya atau menerbitkan red notice. Saat ini, penentuan langkah hukum tersebut sedang dibicarakan oleh Polda Metro Jaya dengan Divisi Hubungan Internasional Polri.

Baca Juga: Polisi Terbitkan Surat DPO, Rizieq Resmi Jadi Buronan

Baca Juga:Untuk Ringkus dan Pulangkan Rizieq, 2 Opsi Polisi: Cabut Paspor atau Terbitkan Red Notice