Bambang Tri Mulyono (Foto: beritabojonegoro.com)

Jakarta, Triknews.net – Pasca divonis tiga tahun penjara oleh majelis hakim dari Pengadilan Nengeri Blora, Jawa Tengah, pada Senin (29/5) lalu, penulis buku ‘Jokowi Undercover: Melacak Jejak Sang Pemalsu Jatidiri ‘, Bambang Tri Mulyono, tampak berang. Dia tidak terima dengan vonis penjara yang diterimanya tersebut.

Pada saat itu juga, Bambang langsung menyatakan bahwa dirinya akan mengajukan banding. Dalam arti kata, vonis terhadapnya itu masih belum inkracht (berkekuatan hukum).

“Saya langsung nyatakan banding,” kata Bambang pada saat itu.

Pada saat dirinya hendak dibawa jaksa menuju mobil tahanan Kejaksaan Negeri Blora, Bambang menunjukan kekecewan dan kekesalannya.

Dia tampak berkata-kata kasar kepada pengacara yang telah mendampingi kasusnya dari awal hingga akhir. Dia bahkan megancam akan memecat semua pengacaranya karena dianggap gagal dalam melakukan pendampingan terhadap kasusnya tersebut.

“Pengacara‎ melempem kayak krupuk,” kata Bambang ketus.

Sebagaimana diketahui, majelis hakim PN Blora meyakini Bambang telah secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 UU 19/2016 atas Perubahan UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 64 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Dalam arti kata, vonis yang diterima Bambang itu lebih ringan satu tahun bila dibandingkan dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum dalam sidang pembacaan tuntutan sebelumnya, di mana mereka telah menuntut Bambang dengan 4 tahun penjara.