Jakarta – Radikalisme dan terorisme kini telah menjadi tantangan global yang paling berbahaya dan sekarang sudah menjadi momok bagi semua warga negara Indonesia. Bom bunuh diri Kampung Melayu pun telah menyadarkan semua pihak bahwa betapa berbahayanya radikalisme. Maka itu, sudah saatnya bersama-sama untuk peka dan bertindak untuk menangani radikalisme yang semakin menyebar.

Dibulan suci ramadhan kali ini, Kapolres Metro Jakpus Kombes Pol Suyudi Ario Seto yang penuh inovasi ini mencoba memberikan himbauan dan mengajak masyarakat untuk mewaspadai bahaya radikalisme yang berkembang dimasyarakat saat ini.

“Melalui nongkrong bareng Polisi ini, saya mengajak masyarakat Menteng untuk bersama-sama bisa menangkal dan mencegah paham radikalisme berkembang di masyarakat,” ungkap Suyudi di Balai Warga Menteng Jaya, RW 09 Jakarta Pusat, Rabu (31/5).

Lebih lanjut, Suyudi mengatakan bahwa fenomena bom Kampung Melayu ini harus menjadi momentum kebersamaan dari seluruh anak bangsa untuk memulai gerakan perlawanan baru terhadap terorisme dan radikalisme. Kewaspadaan gejala radikalisasi juga harus ditingkatkan.

“Ini harus jadi momentum perlawanan bagi seluruh elemen melawan terorisme dan radikalisme. Kita jangan takut tapi harus selalu waspada terhadap bahaya. Saatnya kita bersatu, dan berikan dukungan kepada aparat Kepolisian dan bisa saling memberikan informasi jika menemukan hal-hal yang ganjil disekitar lingkungan kita,” ujar Suyudi.

Dia juga memberikan pesan Kamtibmas dan mengucapkan terima kasihnya kepada Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Toko Adat yang telah meluangkan waktunya dalam acara nongkrong bareng Polisi kali ini. “Kita harus saling mengenal antara Kepolisian dengan masyarakat guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” pesan dia.

Lebih jauh, Suyudi berharap dengan adanya Posko pantau anti tawuran bisa bersama-sama dapat menghindari atau mengantisipasi gangguan yang memicu keributan antar warga. Suyudi juga mengingatkan agar berhati-hati jika menerima berita-berita di media sosial yang kerap berbau provokasi dan menebar kebencian.

“Hati-hati terhadap berita media sosial, jangan sampai terpancing adanya berita yang memicu perpecahan baik antar warga, agama dan lebih besar lagi NKRI. Kita harus rajin mengecek anak-anak kita untuk mencegah gejala kenakalan remaja. Mari bangun kebersamaan untuk mencegah paham radikalisme yang sekarang ini sedang marak sehingga kita tidak terpecah belah dan tetap satu NKRI,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Lurah Menteng Tenggulun Agus Sulaiman, Sekertaris Lurah, Kapolsek Menteng AKBP Ronald Purba, Kasat binmas Akbp Liliek Lestari, Wakapolsek Menteng Kompol Piter Yattohama, Danramil KaptenSugiri, Para Kanit Polsek Menteng, beserta anggota, Ketua RT, Ketua RW, FKDM (Adi Bowo), LMK (Suhanda), Ibu PKK, Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat.