Kuningan, Triknews.net – Pasca penetapan status tersangka kasus chat mesum dengan Firza Husein, nama Muhammad Rizieq bin Shihab semakin populer saja. Bahkan di jagad dunia maya, Google mencatat untuk keyword “Rizieq” berhasil tercatat sekira 21.500.000 hasil.

Namun siapa sangka, merebaknya kasus chat mesum dan status tersangka yang kini disandang oleh Rizieq ternyata menyita perhatian dunia. Pasalnya, sebuah media pemberitaan online di Turki juga mengangkat konteks tersebut.

Tak tanggung-tanggung, dalam sebuah postingan media tersebut disebutkan jika Rizieq adalah pemimpin kelompok radikal di Indonesia dalam tuduhan kasus pornografi, “Radikal İslamcı lidere pornografi suçlaması“.

Dalam pemberitaan itu pula, dijelaskan bahwa sudah ada cukup bukti kuat untuk menjerat Rizieq dalam kasus asusila itu.

“Dalam keterangannya kepada koran Jakarta Post, ada pelanggaran undang-undang terhadap pornografi Shihab mengatakan ada cukup bukti. Shihab, dituduh berbagi pesan dan foto porno dengan seorang wanita,” tulis situs cumhuriyet.com.tr pada hari Senin (29/5).

Diketahui, berdasarkan beberapa alat bukti yang menguatkan yang sudah dikantongi oleh kepolisian, tim penyidik dari Polda Metro Jaya sudah meningkatkan status dari saksi menjadi tersangka terhadap Rizieq Shihab pada hari Senin (29/5).

Bukan hanya itu saja, pasca ditetapkan sebagai tersangka itu, dua hari kemudian status Daftar Pencarian Orang (DPO) juga dialamatkan kepada imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu pada hari Rabu (31/5).

Hal ini pun juga sudah diterangkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. Ia mengatakan jika penetapan status DPO tersebut sudah dilakukan sesuai dengan tahapan yang jelas dan benar.

“Kemarin sudah disampaikan, penyidik setelah mengeluarkan penangkapan, penyidik melakukan lidik ke rumahnya yang bersangkutan apakah ada atu tidak? Setelah itu baru ke imigrasi menanyakan kapan yang bersangkutan keluar dari Indonesia kemudian kapan masuk ke Indonesia. Ternyata 26 April ke luar negeri sampai sekarang belum masuk ke Indonesia. Dengan dasar itu, makanya penyidik kemarin membuat daftar pencarian orang. Tahapannya sudah dilalui semua,” kata Kombes Pol Argo.