Jakarta, Triknews.net – Beberapa waktu terakhir ini, Front Pembela Islam (FPI) seringkali dikaitkan dengan aksi persekusi di beberapa daerah, lantaran mereka tidak terima pimpinan mereka, Rizieq Shihab, mendapat kritik.

Dua kasus persekusi terakhir oleh FPI yang sempat viral di sejumlah pemberitaan menimpa Indrie Sorayya (38), seorang perempuan pengusaha di Tangerang, Banten, yang digeruduk puluhan anggota FPI pada Minggu (21/5).

Lalu Fiera Lovita (40), seorang dokter perempuan di Solok, Sumatera Barat. Keduanya digeruduk dan diintimidasi oleh puluhan anggota FPI lantaran dianggap menghina Rizieq.

Pasca mencuatnya dua kasus persekusi tersebut, sejak kemarin Rabu (31/5), muncul kasus persekusi lainnya yang juga dilakukan oleh anggota sejumlah FPI. Kini korbannya seorang anak berusia belasan tahun. Video ini juga tengah viral di dunia maya.

Persekusi ini terjadi, karena mereka marah terhadap salah satu postingan remaja tersebut yang dianggap menghina Rizieq.

Dalam video yang beredar, sejumlah pria dewasa sedang mengelilingi remaja laki-laki tersebut sembari mengintimidasi melalui kekerasan fisik dan kekerasan verbal. Tidak hanya itu saja, mereka menggunakan kata-kata kasar bernuansa SARA. Lokasi kejadian ini sebagaimana informasi yang beredar, terjadi di daerah Cipinang Muara, Jakarta Timur.

“Besok temen-temen lu yang sesama etnis kaya lu juga, lu nasehatin, lu bilangin, lu inbox, kalau bisa jangan deh bro, ini udah kejadin di gua. Lu jelasin, lu nasehatin temen lu supaya nasibnya nggak sama kayak lu,” kata seorang laki-laki yang tak tampak wajahnya di video berdurasi 2 menit 19 detik tersebut.

Sembari terus mengintimidasi, laki-laki itu terus melanjutkan amarahnya. “Lu masih mending enggak diapa-apain, enggak dicolek. Di Jakarta Barat udah enggak berbentuk mukanya,” sambungnya.

Mendengarkan laki-laki yang sedang marah itu terus melanjutkan omongannya, si remaja itu hanya berdiam dan menunduk saja. FPI, lanjut laki-laki itu, memiliki prosedur ketika menghadapi orang-orang yang dianggap menghina atau mengolok-olok ulama.

Dari arah belakang, tiba-tiba muncul seorang laki-laki lain memukul remaja itu dengan kertas, dan menanyakan apakan remaja itu mengerti atau tidak terhadap apa yang diomongin salah seorang anggota FPI di depannya itu.

“Lu ngerti enggak? Ngerti enggak? Coba ulangin,” kata laki-laki itu.

Laki-laki yang tadi tidak kelihatan wajahnya itu terus melanjutkan omongannya. “Kita-kita bukan orang sini nih. Yang orang sini aja kesel karena Habib Rizieq bukan punya FPI, punya umat.”

Lalu dari arah belakang, seorang pria berkaos hijau menabok mulut Putra. “Minta dicabein nih, nih dicabein,” katanya sambil menabok mulut Putra lagi. “Kaya orang bego diajak ngomong.”