Jakarta, Triknews.net – Kabar gembira datang dari Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas) Makassar. Pasalnya, tiga mahasiswa dari fakultas ini telah berhasil menciptakan alat penghasil energi listrik terbarukan dengan memanfaatkan alat pemecah ombak atau breakwater.

Kabar ini disampaikan oleh Kepala Unit Humas dan Protokoler Unhas, Ishaq Rahman, di Makassar, Jumat (29/9) kemarin.

Dengan penemuan itu, mereka bertiga pada saat yang sama telah berhasil mengharumkan nama almamaternya, karena penemuan itu telah mengukir juara pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional PLN di Puslitbang Jakarta pada Selasa (26/9) lalu.

“Ketiganya masing-masing Imam Mashur dan Sry Handayani dari Jurusan Teknik Elektro, serta Muh Sarafauddin TP dari Jurusan Teknik Sipil,” kata Ishaq.

“Mahasiswa angkatan 2014 itu berhasil masuk dalam enam besar setelah menyisihkan 512 tim lewat seleksi abstrak. Mereka berhasil menciptakan alat penghasil energi listrik terbarukan dengan memanfaatkan alat pemecah ombak (breakwater),” sambungnya.

Disebutkan, lewat karya ilmiah berjudul “Breakwater Penghasil Listrik (Solusi Peredam Ombak dan Penghasil Energi Listrik Terbarukan), tim dari Unhas itu meraih juara II setelah mempresentasikan karya ilmiahnya di Kantor PLN Puslitbang Jakarta pada Selasa lalu.

Sri Handayani, salah seorang anggota tim menceritakan awal mula karya tulis mereka, yang terinspirasi dari masalah kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang masih rusak garis pantainya karena abrasi yang terjadi. Selain itu, elektrifikasi di Indonesia yang masih minim.

Berangkat dari pemikiran tersebut, ketiga mahasiswa yang dibimbing oleh Ardiaty Arief ST MTM PhD itu pun mengabungkan permasalahan kerusakan pantai dan penghasil energi listrik.

Alhasil, terciptalah alat penghasil energi listrik yang didesain dari breakwater. Adapun turbin dari alat ini dibuat sendiri sehingga efisiensi pembangkit listrik dapat meningkat tanpa menganggu fungsi breakwater sebagai pemecah ombak.

Alat yang dirancang selesai dalam waktu dua minggu dan telah diuji di Laboratorium Hidrolika Teknik Sipil Unhas.

“Kami harap para peneliti, investor dan pihak pemerintah dapat membantu kami untuk mengembangkan alat ini, sehingga masalah abrasi dan permintaan pasokan energi listrik juga dapat teratasi,” katanya.