JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. memimpin langsung delegasi Indonesia dalam Sidang Umum Interpol ke-87. Acara ini akan berlangsung dari tanggal 18 sampai dengan 21 November 2018. Sidang Umum Interpol kali ini digelar di Madinat Jumeirah Convention & Events Centre, Dubai, Uni Emirat Arab.

Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) Willy Prakarsa menegaskan sebagai rakyat Indonesia, tentunya pihaknya bangga dengan penampilan orang No. 1 di Trunojoyo ini yang memimpin langsung agenda tersebut.

“Tentunya rakyat Indonesia bangga dengan kepemimpinan Jenderal Tito yang turun gunung memimpin langsung delegasi Indonesia dalam sidang umum Interpol. Apalagi tantangan dunia yang semakin kompleks, membutuhkan pendekatan yang sangat komprehensif dan butuh sentuhan tangan dingin sang Jenderal,” ungkap Willy, hari ini.

Lebih lanjut, Willy berharap dalam pertemuan itu bisa memberikan kontribusi dalam pembangunan arsitektur keamanan regional. Katanya, kerjasama Internasional sangat diperlukan karena dirinya menyakini tidak ada satu pun negara yang mampu menangani tantangan-tantangan dunia yang kompleks ini sendirian.

“Kerjasama internasional diperlukan untuk hal-hal yang lebih strategis dan juga konkrit,” lanjutnya.

Terlebih, tambah dia, sidang umum itu bisa memberikan solusi adanya tantangan baru di era digital kali ini. “Di era digital kejahatan transnasional cukup kompleks, sehingga dibutuhkan kerjasama,” pungkasnya.

Untuk diketahui, delegasi Indonesia yang dipimpin Kapolri terdiri atas personel Bareskrim Polri, Divisi Hubungan Internasional Polri, Ditjen Imigrasi Kemenkumham RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Badan Narkotika Nasional.

Agenda pokok yang akan dibahas dalam Sidang Umum Interpol kali ini adalah perumusan strategi global dalam penanggulangan kejahatan transnasional. Strategi tersebut akan dilakukan melalui optimalisasi kerja sama antar kepolisian negara dan peningkatan kapabilitas institusi-institusi kepolisian anggota Interpol.

Sidang umum kali ini juga akan membahas berbagai isu spesifik terkait penanggulangan berbagai bentuk kejahatan transnasional. Agenda tersebut juga akan merumuskan upaya untuk meningkatkan kerja sama antar kepolisian negara dengan mempermudah pelaksanaan bantuan timbal balik dalam masalah pidana (mutual legal assistant).

Dalam sidang ini juga membahas upaya global dalam penanggulangan kejahatan siber dan terorisme, serta optimalisasi berbagai inovasi berbasis teknologi dalam penegakan hukum.

Agenda utama lainnya dalam Sidang Umum Interpol kali ini adalah memilih Presiden Interpol dan beberapa anggota Komisi Eksekutif Interpol. Jadwal Pemilihan Presiden Interpol dan anggota Komisi Eksekutif Interpol dilaksanakan pada puncak pertemuan pada Rabu, 21 November 2018.

Dilaporkan kandidat yang bakal maju mengikuti pemilihan Presiden Interpol, yaitu Wakil Presiden Interpol dari Korea Selatan. Kandidat lainnya adalah Kepala NCB-Interpol Rusia yang saat ini duduk sebagai Wakil Presiden Interpol kawasan Eropa.

Sidang Umum Interpol selalu menjadi kesempatan emas bagi para pemimpin institusi kepolisian dari berbagai negara untuk meningkatkan kerja sama. Di sela-sela agenda resmi Sidang Umum Interpol,pembicaraan-pembicaraan terkait isu strategis dalam forum bilateral akan intensif digelar yang sifatnya formal dan informarl.

Kapolri Tito Karnavian, juga diagendakan akan menggelar berbagai pertemuan bilateral. Tito juga dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Uni Emirat Arab, dan Wakil Jaksa Agung Amerika Serikat,serta  Kepala Kepolisian Kanada.

Dalam kesempatan ini Kapolri Tito juga akan dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Kepala Kepolisian Ukraina, serta Kepala Kepolisian Hong Kong, dan Kepala NCB-Interpol Rusia.