JAKARTA – Ingat prinsip “menghalalkan segala cara” ala Partai Komunis Indonesia (PKI)? Beda subjek, tapi satu makna. Yang ini bukan parpol, tetapi sesosok artis dangdut papan bawah, Sisca Dewi yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Jika parpol bertujuan menggapai kuasa, maka Sisca bertujuan menggapai harta.

Itu yang tersirat dari ruang Pengadlan Negeri Jakarta Selatan, pada sidang sebelumnya. Praktik kotor Sisca Dewi dalam menghalalkan segala cara demi “memeras” korban, dibeberkan saksi Zulkifli, teman Sisca Dewi, tersangka kasus pemesaran, pencemaran nama baik, dan perbuatan tidak menyenangkan atas aduan BS, purnawirawan Polri.

Sisca, artis dangdut yang sepanjang kariernya diwarnai pemberitaan miring sebagai “pelakor” itu, benar-benar terbongkar boroknya. Dalam dialog di ruang sidang, saksi Zulkifli membeberkan “ritual” yang acap dilakukan Sisca. Saat ditanya ritual apa dan untuk apa, Zulkifli menjawab, “Ada ritual potong ayam Cemani. Ayam Cemani itu harganya mahal sekali. Tujuannya supaya Bapak kembali lagi.”

Begitulah, tidak puas dengan memeras korban (saksi pelapor) dengan permintaan mobil (Alphard), rumah seharga Rp 8 miliar, biaya operasi plastik di Singapura, dan berbagai permintaan lain, Sisca melakukan segala cara untuk bisa terus mendapatkan apa yang diinginkannya dari korban.

Niat Menghancurkan

Kesaksian Zulkifli makin membuka borok Sisca Dewi dalam praktek memerangkap, menjebak, dan memeras korbannya. Ini ada kaitan dengan kegemaran Sisca mempermak wajah agar kelihatan cantik. Syndrom penuaan mulai membuatnya gusar menjelang kepala 4 (usia kini 39 tahun). Beberapa kali ia ke Singapura untuk operasi plastik.

Salah satu operasi yang dilakukan di sekitar kelopak mata. Nah suatu hari, ia harus memeriksakan matanya ke Gandaria City. Di situlah terjadi peristiwa memalukan, ketika Sisca meracau saat dibius. “Aku akan menghancurkan keluargamu, aku akan menghancurkan kariermu, aku akan melaporkan ke KPK,” kata Sisca dalam alam bawah sadarnya.

Sebagai teman, Zulkifli berusaha untuk kesekian kalinya menasihati Sisca. Termasuk kasus meracau di Gandaria City. Saksi menegur Sisca, “Kamu ngomong ngaco, malu-maluin di depan dokter, depan suster.”

Besok (21/11) sidang lanjutan akan kembali digelar di PN Jakarta Selatan.