JATENG – Menjelang akhir tahun 2018 sudah terasa lautan politik telah membanjiri seluruh wilayah NKRI. Ini menjadi suatu tantangan yang akan sangat krusial bagi seluruh elemen bangsa ini mengingat pemilu dan pileg sudah semakin dekat.

Semua pasangan pemilu dan pileg mengerahkan kekuatan dan strategi mereka dalam bertarung untuk memenangkan kursi jabatan negara ini.
Isu sara yang menjadi jualan utama perpolitikan di Indonesia menjadi hal yang wajar dan biasa karena setiap ada nya pemilu di Indonesia tidak akan terlepas dari isu sara tersebut.

Hal itu disampaikan Pimpinan Ponpes Darusy Syahadah kec. Simo Kab. Boyolali Jateng Ustadz Mustaqim. Kendati demikian dia berharap agar pesta rakyat itu bisa berjalan aman, dan damai.

“Masyarakat Indonesia harus mampu menjaga diri dari isu-isu tersebut agar tercipta suasana harmonis meskipun di antara kita ada perbedaan,” ungkap Ustadz Mustaqim, hari ini.

Dia menghimbau agar masyarakat pada umum nya untuk tidak terprovokasi oleh segala bentuk tindakan apapun yang bersifat membelah persatuan ini terutama dalam suasana pemilu sekarang ini.

Pesan Ustad Mustaqim ini merupakan bentuk nasionalisme yang kuat agar esensi dari perbedaan itu tidak pudar oleh karena momentum lima tahunan tersebut.

“Kami menghimbau agar masyarakat Indonesia khususnya publik Boyolali untuk lebih berhati-hati terhadap isu-isu yang mengarah ke SARA dan ujaran kebencian. Mari menyaring isu-isu ini secara bersama-sama agar tidak menjadi kegaduhan di masyarakat,” pungkasnya.